Begini Cara Kerja Tim dan Robot Wisuda Undip

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT) Teknologi Kesehatan Center for Bio Mechanics, Bio Material, Bio Mechatronics, and Bio Signal Processing (CBIOM3S) Universitas Diponegoro (Undip), kembali menunjukkan inovasi dalam bidang robotik. Setelah menghasilkan inovasi teknologi berupa tangan mekanik dan bionik, robot perawat, kini hadir dengan robot wisudawan.

Ketua PUI PT Teknologi Kesehatan CBIOM3S Undip, Rifky Ismail menuturkan, pembuatan robot wisudawan tersebut didasari dari keinginan Undip, untuk bisa menghadirkan media interaktif dalam proses wisuda daring yang digelar, saat ditemui di Semarang, Senin (27/7/2020). Foto Arixc Ardana

Ketua PUI PT Teknologi Kesehatan CBIOM3S Undip, Rifky Ismail menuturkan, pembuatan robot wisudawan tersebut didasari dari keinginan Undip, untuk bisa menghadirkan media interaktif dalam proses wisuda daring yang digelar.

“Kita hadirkan tiga robot wisuda, dengan basis mirip dengan robot perawat yang sebelumnya sudah ada. Namun ada berapa inovasi lain yang ditambahkan. Konsepnya berupa robot beroda, dengan dilengkapi dua lengan dan layar tablet,” paparnya.

Diterangkan, melalui layar tablet tersebut, komunikasi dapat dilakukan dua arah, dengan meggunakan layanan video call. “Melalui layar tablet yang disematkan pada wajah robot. Komunikasi dilakukan melalui aplikasi video call, sehingga wisudawan yang berada di rumah dan kita yang ada di lokasi wisuda, bisa berinteraksi, bisa berkomunikasi,” terangnya lagi.

Sementara, lengan atau tangan robot, juga bisa difungsikan untuk menerima ijazah hingga bersalaman. “Berbeda dengan tangan bionik yang teknologinya lebih komplek, untuk tangan robot wisuda ini, hanya menggunakan motor penggerak. Kita atur untuk bisa naik turun,” terangnya.

Robot wisuda yang berdiri diatas kotak tersebut, dilengkapi dengan roda dan mesin penggerak berdaya baterai kering. Sementara, untuk menjalankan robot maju – mundur dan berputar, hingga gerakan tangan, menggunakan remote control yang dapat dikendalikan dari jarak maksimal sejauh 15 meter.

“Berbeda dengan robot perawat, yang menggunakan repeater, sehingga bisa dikendalikan dari jarak cukup jauh. Untuk robot wisudawan ini, kita tidak menggunakan, karena memang jaraknya dekat, digunakan dalam satu ruangan,” tandasnya.

Rifky menambahkan, proses pembuatan robot tersebut cukup singkat, sekitar tiga bulan dengan anggaran sekitar Rp50 juta untuk tiga robot. “Dalam pembuatan relatif tidak ada kendala, hanya keterbatasan waktu. Dalam waktu pendek tersebut, alhamdulillah, kita bisa menyelesaikan. Ada tujuh orang yang tergabung dalam tim,” tandasnya.

Sementara, perancang robot yang juga alumni tim Robotik Undip, Rofiq Prayoga, menuturkan, dengan adanya robot peraga tersebut, perwakilan wisudawan seolah-olah bisa merasakan langsung proses wisuda.

“Mereka berkesempatan untuk bisa bertatap muka, menerima ijazah, hingga berkomunikasi dengan pak Rektor, saat prosesi wisuda berlangsung. Meskipun sebenarnya para wisudawan ini berada di rumah masing-masing,” terangnya.

Dijelaskan, sebelum bertugas, robot-robot tersebut didandani terlebih dahulu, sesuai karakter masing-masing pewakilan wisuda.

Dicontohkan, untuk wisudawan berjilbab, robot tersebut juga ditutup hijab. Sementara, untuk yang tidak berhijab, diberi rambut palsu. Demikian juga selempang wisudawan, yang berbeda warna sesuai dengan fakultas masing-masing.

“Selain itu, juga ada tim yang bertugas untuk menset tampilan layar tablet. Wajah wisudawan yang ditampilkan, sesuai dengan nama yang kita sematkan di dada robot peraga. Jadi sudah benar-benar seperti wisudawan asli,” pungkasnya.

Lihat juga...