Belajar di Rumah Dipatenkan, Beragam Problem Perlu Dipecahkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BULELENG – Mendikbud, Nadiem Makarim, siap mematenkan pembelajaran jarak jauh dalam kondisi pembelajaran di tengah virus Corona. Hal tersebut dia sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Kamis (2/7/2020) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Buleleng, Lewa, mengatakan, sekolah online pada prinsipnya bukan hal yang mengejutkan. Karena Menteri Nadim Makarim juga memiliki latar belakang wawasan aplikasi berbasis online.

Namun, Lewa menyebut, di tengah pandemi covid-19 terdapat beberapa problem. Pertama kebijakan UU tentang Sisdiknas di dalamnya memuat Standar Sarana Prasarana dan Pembiayaan yang belum terpenuhi (tidak memadai). Kedua, belum sepenuhnya wilayah Indonesia terakses jaringan listrik dan internet, sehingga layanan ini pasti terkendala di beberapa daerah. Ketiga, belum terpenuhinya sarana pendukung di sekolah/madrasah untuk tujuan itu.

“Problem terakhir, lemahnya ekonomi masyarakat yang sebagian besar sekarang memiliki anak usia sekolah, memerlukan HP/android/laptop yang juga disertai kuota/wifi tak bisa mengakses e-learning  yang akan diterapkan pemerintah baik cepat maupun lambat,” ujarnya, saat ditemui, Kamis (16/7/2020).

Oleh sebab itu, Lewa menyebut pemerintah harus mencari solusi. Pemerintah harus memperhatikan 4 hal di atas disamping berkoordinasi dengan pihak lain untuk memastikan bahwa Kemendikbud, Kemenag, PLN, Kominfo, PU juga bersinergi mewujudkan hal itu.

“Hanya saja, sudahkah berkoordinasi dengan Menkeu dan pemerintah daerah tentang hal itu? Khawatir semua hanya pepesan kosong kalau tak ada sinergi yang baik antara pemegang kebijakan,” tandasnya.

Seperti yang diketahui, sejak Maret lalu, semua sekolah hingga perguruan tinggi memberlakukan pembelajaran jarak jauh,  belajar dari rumah. Pandemi virus Corona atau covid-19 membuat proses pembelajaran jarak jauh jadi satu-satunya opsi.

Mendikbud Nadiem Makarim pun menyebut, pembelajaran jarak jauh tetap akan diberlakukan meski pandemi covid-19 berakhir. Dia mengatakan, pemanfaatan teknologi ini akan memberikan kesempatan bagi sekolah melakukan berbagai macam modeling kegiatan belajar.

Lihat juga...