Belum Ada Inpres, Renovasi Stadion Piala Dunia U-20 Belum Dianggarkan

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (26/3/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Kementerian PUPR, hingga saat ini belum bisa membuat rencana anggaran persiapan pembangunan dan renovasi stadion untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021. Hal itu belum bisa dilakukan, jika belum ada Instruksi Presiden (Inpres), yang akan menjadi petunjuk dan dasar penugasan, menentukan stadion-stadion mana yang perlu dibangun maupun direnovasi oleh Kementerian PUPR.

“Belum ada (rencana anggaran), kan penugasannya belum ada. Mau merencanakan apa? Di Inpres itu dijelaskan pendanaannya bagaimana dan menangani apa,” kata Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar, Ditjen Cipta Karya, Iwan Suprijanto, di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Sementara itu, tidak semua pengerjaan renovasi enam stadion yang diajukan PSSI, menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR dengan menggunakan anggaran APBN. Ada beberapa stadion yang menurutnya, bakal ditangani oleh Pemerintah Daerah (pemda).

Ada beberapa pemda yang telah menyatakan siap merenovasi stadion, yang bakal digunakan sebagai arena pertandingan Piala Dunia U-20 2021. Seperti Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang) dan Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya).

Beberapa stadion juga dinilai masih layak, sehingga tidak perlu dilakukan banyak renovasi. Seperti Stadion Si Jalak Harupat (Bandung) yang pernah digunakan sebagai arena pertandingan Asian Games 2018. Dengan demikian, Kementerian PUPR kemungkinan hanya perlu membangun lapangan tempat latihan.

Sebelumnya, dalam rapat terbatas 1 Juli di Istana Negara, pemerintah telah menyepakati enam stadion yang diajukan PSSI ke FIFA. Keenam stadion tersebut adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), dan Stadion I Wayan Dipta (Bali).

Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Joko Widodo juga telah menunjuk Menpora, Zainudin Amali, sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Piala Dunia U-20 2021 (INAFOC). Sementara untuk urusan persiapan dan pembangunan venue, akan ditangani Kementerian PUPR. Sementara untuk persiapan prestasi tim nasional menjadi tanggung jawab Ketua Umum PSSI. Namun hingga sekarang, Kemenpora belum merampungkan rincian anggaran untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021, yang akan digelar 20 Mei-11 Juni tahun depan itu.

Tetapi, Kemenpora telah mengajukan anggaran sebesar Rp500 miliar, dengan rincian Rp400 miliar untuk penyelenggaraan dan Rp100 miliar untuk persiapan timnas. Kemenpora juga saat ini masih merampungkan draf agar Keputusan Presiden (Keppres) dan Inpres bisa segera diserahkan kepada presiden untuk diterbitkan. “Kemenpora dulu yang menentukan (stadion) mana (yang dipilih), lalu dimasukkan ke dalam Inpres. Kalau belum kami belum bisa apa-apa,” tegas Iwan. (Ant)

Lihat juga...