Bentrok Militer Kembali Terjadi di Perbatasan Azerbaijan-Armenia

BAKU – Beberapa tentara Azerbaijan dan Armenia, diyakini tewas dan mengalami luka-luka, setelah terlibat bentrok di perbatasan kedua negara. Keterangan dua negara tersebut pada Senin (13/7/2020), berisi saling tuding, bahwa pasukan masing-masing negara telah masuk dan melanggar batas wilayah.

Azerbaijan dan Armenia, dua republik bekas Uni Soviet, kerap bersitegang di daerah Nagorno-Karabakh. Tepatnya di wilayah Azerbaijan yang banyak dihuni penduduk keturunan Armenia. Namun kali ini, bentrok terjadi di sekitar Tavush, wilayah perbatasan di timur laut Armenia. Tavush berjarak sekitar 300 kilometer (190 mil) dari Nagorno-Karabakh.

Kementerian Pertananan Azerbaijan mengumumkan, ada empat tentaranya yang tewas dan lima lainnya dalam kondisi luka-luka. Sementara itu, kementerian terkait di Armenia menyebut, tiga tentaranya dan dua polisi luka-luka akibat bentrok tersebut.

Penjaga perbatasan dua negara itu dilaporkan terlibat adu tembak, pada Minggu (12/7/2020). Bentrok berlanjut sampai Senin (13/7/2020). Armenia dan Azerbaijan saling tuding, masing-masing tentaranya melanggar kesepakatan gencatan senjata dan mulai menembak.

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev menuduh, pemimpin di Armenia menyulut provokasi. Sementara, Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan mengatakan, pemimpin Azerbaijan akan bertanggung jawab terhadap akibat yang tak diperkirakan dari situasi di kawasan yang tidak stabil.

Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) telah meminta Azerbaijam dan Armenia membuka dialog, demi mencegah konflik lebih luas. OSCE merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang keamanan, dan telah lama berupaya mencari solusi bagi konflik dua negara.

Nagorno-Karabakh, salah satu daerah pegunungan di Azerbaijan, dihuni oleh sebagian besar penduduk keturunan etnis Armenia. Armenia memproklamasikan kemerdekaannya saat konflik pecah di tengah runtuhnya Uni Soviet di 1991. Meskipun dua negara sepakat gencatan senjata di 1994, Azerbaijan dan Armenia kerap menuduh satu sama lain terlibat aksi penembakan di sekitar Nagorno-Karabakh dan di sepanjang perbatasan dua negara.

Konflik di Nagorno-Karabakh memicu kekhawatiran komunitas internasional. Salah satunya karena menjadi ancaman bagi stabilitas di kawasan. Pasalnya, wilayah tersebut menjadi jalur untuk pipa gas minyak dan gas, yang menjadi persediaan sejumlah pasar dunia. (Ant)

Lihat juga...