Bersihkan Saluran Irigasi, Antisipasi Potensi Banjir di Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Camat Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat, Lia Erliani, melakukan identifikasi titik banjir di wilayah perbatasan dengan wilayah Kabupaten Bekasi di wilayah utara.

“Wilayah Kecamatan Medansatria, selama ini dilintasi tiga sungai seperti kali Brencong, Kapuk, dan saluran irigasi sendiri,” ungkap Lia Erliani kepada Cendana News, usai meninjau kali bersama Camat Tarumajaya, Rabu (1/7/2020).

Dikatakan antara Medan Satria dan Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, memiliki tujuan yang sama untuk menanggulangi banjir di wilayah perbatasan.

Sesuai identifikasi di lapangan yang telah dilaksanakan di wilayah perbatasan, ungkap Lia, salah satu penyebab banjir akibat tumpukan sampah serta banyaknya bangunan liar di wilayah hilir dalam hal ini Tarumajaya.

“Tentu penertiban harus melibatkan dua daerah. Kami hanya mengidentifikasi guna menyamakan persepsi penyebab utama banjir yang kerap terjadi,” tukasnya.

Lebih lanjut Camat Lia menyampaikan bahwa di wilayah Medansatria, ada 41 RW menjadi titik lokasi rawan banjir yang harus dibenahi.

“Pembenahan harus dilakukan dari hulu. Karena Medansatria dan Tarumajaya, berada di hilir. Artinya penanganan harus melibatkan dua daerah,” jelasnya.

Menurut dia, saat ini aliran irigasi menjadi salah satu penyumbang banjir karena terjadi pendangkalan. Saat ini tengah musim panas dan sebentar lagi memasuki musim hujan.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, juga melakukan pengecekan saluran air di Jalan Baru Wisma Asri Teluk Pucung Bekasi Utara, yang dipenuhi tumbuhan hidup. Saat ini terlihat penuh sekali sampai menutupi saluran air.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melihat langsung saluran air di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara, yang dipenuhi rumput liar akibat musim kering. Dia meminta camat, kelurahan turun bergotong royong membersihkan lokasi tersebut, Rabu (1/7/2020). Foto: Muhammad Amin

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melihat langsung saluran air yang berada di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara, untuk melihat kondisi rerumputan yang saat ini menutupi aliran perlintasan air.

Tri Adhianto usai melihat langsung kondisi aliran sungai tersebut langsung memerintahkan dinas, kecamatan dan kelurahan terkait  mengerjakan apa yang harus dilakukan terhadap saluran yang saat ini dipenuhi tumbuhan dan sampah.

Dia meminta segera dilakukan pembersihan sehingga jika hujan mulai turun wilayah sekitar tidak terdampak banjir.

“Ini harus segera dilaksanakan pembersihan, kalau bisa besok sudah harus dikerjakan, syukur selesai cuma satu hari,” tegas Tri.

Dia meminta pembersihan dilakukan dengan bergotong royong, melibatkan semua pihak mulai dari dinas terkait, masyarakat ataupun dari personel kecamatan. Pembersihan yang harus segera dilaksanakan dapat mencegah terjadinya banjir di kemudian hari.

Lihat juga...