Bertambah 1.671, Positif Covid-19 di Indonesia Mencapai 74.018 Kasus

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Foto: M. Hajoran Pulungan

JAKARTA — Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus corona (Covid-19) menyebutkan, per Sabtu (11/7/2020) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 1.671 kasus baru menjadi 74.018 kasus dan 34.719 dinyatakan sembuh.

“Akumulasi pasien positif Covid-19 sampai hari ini menjadi 74.018 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Dari total kasus positif tersebut, jumlah pasien sembuh bertambah 1.190 orang menjadi 34.719 orang.

“Selain itu untuk kasus positif yang meninggal hari ini ada penambahan sebanyak 66 orang menjadi 3.535 orang,” ujarnya.

Sementara itu kata Yuri, uji spesimen yang dilakukan per Sabtu (11/7/2020) yang selesai diperiksa mencapai 23.310 spesimen. Pemeriksaan yang dilakukan dengan RT-PCR 22.594 spesimen dan TCM 716 spesimen. Sehingga jumlah spesimen yang selesai diperiksa sampai dengan hari ini mencapai 1.038.988 spesimen, terdiri dari pemeriksaan lewat RT-PCR 1.012.341 spesimen dan TCM 26.647 spesimen.

“Hari ini uji spesimen yang kita lakukan mencapai 23.310 spesimen dan melampaui target 20 ribu spesimen per hari. Dengan demikian jumlah keseluruhan diperiksa sampai dengan hari ini mencapai 1.038.988 spesimen,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kasus orang dalam pemantauan (ODP), sebut Yuri yang masih dipantau 34.887 orang dan dan pasien dalam pengawasan (PDP) 13.752 orang.

Yuri juga menyoroti masih banyaknya warga yang tidak disiplin menggunakan masker. Hal tersebut jadi penyumbang terbesar tingginya kasus Covid-19 setiap harinya. Karena dari penelitian yang berlangsung dari ahli sekarang, terlihat salah satu faktor yang paling menyumbang kasus banyak (adalah) ketidakdisiplinan menggunakan masker.

“Oleh sebab itu, warga harus selalu menggunakan dan memiliki masker yang benar-benar nyaman saat dipakai. Ini menjadi penting,” ungkapnya.

Lebih jauh Yuri mengatakan, masker kain sebenarnya punya kualitas cukup bagus. Tapi kalau desain ketat menutup hidung membuat tidak nyaman. “Masker kertas atau masker medis menjadi salah satu contoh masker yang bisa digunakan,” sebutnya.

Lihat juga...