BKPM: Perlu Dukungan Operasional Tingkatkan Investasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Direktur Deregulasi Penanaman Modal Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), Yuliot mengatakan, Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia mempengaruhi iklim investasi.

Hal ini menurutnya, karena tenaga ahli dari beberapa perusahaan banyak yang kembali ke negara asal pada awal Covid-19 masuk ke negara Indonesia. Sehingga banyak perusahaan tidak bisa menjalankan operasionalnya.

“Maka, perlunya dukungan agar operasional perusahaan dapat kembali berjalan. Diantaranya, perizinan atau rekomendasi untuk mendatangkan kembali tenaga kerja ahli ke Indonesia,” kata Yuliot pada diskusi hasil kajian tengah tahun INDEF bertajuk ‘Menata Arsitektur Ekonomi Pasca Pandemi’ secara webinar di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Dukungan tersebut harus dilakukan karena jelas dia, ada perusahaan yang tenaga kerja ahlinya masih berada di luar.

“Mereka kembali ke negara asalnya pada awal-awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Sehingga untuk menjalankan kegiatan operasionalnya tidak bisa. Jadi harus mendapatkan dukungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pada periode 24 April sampai dengan 17 Juli 2020, BPKM telah menerbitkan rekomendasi untuk 457 perusahaan. Sedangkan untuk tanggal 24 -17 Juli 2020 ada 457 perusahaan yang mendapatkan rekomendasi untuk mendatangkan tenaga kerja ahli termasuk investor.

” Ada 2.603 tenaga ahli dan juga ada kunjungan 155 investor dalam rangka penjajakan kegiatan investasi, yang tentu ini merupakan fasilitas yang kita lakukan dalam rangka bagaimana menggerakkan investasi,” urainya.

Sehingga kata dia, kaitan dengan rekomendasi ini terlihat ada concern dari beberapa investor untuk melakukan kegiatan investasi terutama yang berkaitan dengan relokasi industri.

Dari 457 perusahaan tersebut, menurutnya, potensi investasi yang digerakkan mencapai Rp 859,7 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja hingga 237.269 orang.

“Nah, jika digerakkan, ini akan bisa menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi tenaga kerja Indonesia,” tukasnya.

Jika semua itu tercipta, menurutnya, maka geliat investasi di Indonesia akan kembali bangkit dalam mendorong pemulihan pertumbuhan ekonomi nasional.

Lihat juga...