Blantik Hewan Kurban di Lamsel Mulai Dapat Untung

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Dua pekan menjelang hari raya Iduladha, para blantik hewan ternak untuk kurban di Lampung Selatan mengaku mendapatkan hasil maksimal.

Zainudin, salah satu blantik warga Desa-Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, menyebut telah mencari ternak sejak dua bulan silam. Jenis ternak yang dicari dan dibelinya merupakan pesanan orang yang akan berkurban.

Hewan yang dibeli dari perternak meliputi kerbau, kambing dan sapi. Ia kerap harus berkeliling ke sejumlah desa sekaligus memanfaatkan jejaring pertemanan, untuk memudahkan usahanya. Berprofesi sebagai blantik yang ditekuninya sejak belasan tahun silam, menjadi sumber mata pencaharian.

Jasa blantik dilakukan olehnya setiap hari untuk memenuhi stok rumah pemotongan hewan (RPH). Saat ada acara hajatan pernikahan dengan kebutuhan ternak hidup, ia akan mencarikan kambing, kerbau dan sapi. Ia kerap harus menyediakan sebagian modal sendiri atau dari pencari ternak, menyesuaikan budget yang dimiliki.

“Kalau saya mencari ternak untuk dijual kembali, biasanya saya harus menyiapkan modal untuk pembelian dari pemilik ternak, lalu akan saya jual kembali ke tukang jagal atau RPH memenuhi kebutuhan usaha kuliner,” terang Zainudin, saat ditemui Cendana News, Selasa (15/7/2020).

Jasa blantik akan mendapatkan selisih harga jual ternak yang telah dibeli. Saat modal berasal dari kantongnya, ia bisa menjual ternak dengan harga lebih tinggi. Setiap ekor ternak akan dijual dengan keuntungan mulai Rp500ribu hingga Rp2juta, menyesuaikan jenis ternak dan bobot. Jenis ternak kambing yang dibeli lalu dijual kembali, ia kerap mendapat untung ratusan ribu dan sapi jutaan rupiah.

Kambing kacang milik Adam, peternak di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, yang sebagian akan digunakan untuk hewan kurban, Selasa (14/7/2020). -Foto: Henk Widi

Saat mendekati Iduladha, ia memilih menjual ternak kambing dan sapi. Sebagian kambing merupakan jenis rambon, kacang, kepleh, gembel dan domba garut.

Kambing untuk kebutuhan kurban dipilih dari jenis yang sehat, usia setahun lebih dan memiliki bobot yang cukup. Sebagian kambing dibeli dari peternak lalu dijual kembali dan titipan dari peternak.

“Ada peternak titip dengan memberi harga pokok untuk dijual, saya bisa jual lebih tinggi sehingga memperoleh keuntungan,” cetusnya.

Sebanyak 30 ekor kambing yang akan dijual untuk hewan kurban belasan, di antaranya merupakan titipan peternak. Sisanya hasil ia membeli dari peternak untuk dijual kembali.

Khusus untuk ternak sapi, ia menyediakan lima ekor jenis peranakan ongol dan limousin. Dua pekan jelang Iduladha, ia sudah menjual sekitar belasan ekor kambing dan dua ekor sapi.

Kambing yang telah dijual memiliki harga mulai Rp2juta dan sapi mulai Rp18juta. Ke dua jenis hewan kurban tetap dipelihara olehnya dan akan diambil sehari sebelum Iduladha. Pembeli hanya akan menambah biaya perawatan dan pemberian pakan setiap hari. Sebagai blantik, ia akan mempekerjakan pencari rumput dengan upah Rp100ribu per hari, sekaligus memberi pakan rutin.

Dalam kondisi biasa, sebagai blantik ia bisa mendapatkan hasil ratusan ribu hingga jutaan rupiah per pekan. Hasil tersebut menyesuaikan jumlah permintaan ternak dan harga jual.

Saat mendekati Iduladha, ia bisa mendapat keuntungan lebih dengan menjual berbagai jenis ternak. Selain baginya, keuntungan diperoleh oleh para pencari pakan dan pemilik yang ternaknya terjual.

“Blantik tidak hanya perantara, namun juga harus memiliki ternak sendiri sebagai modal,” cetusnya.

Memanfaatkan jasa blantik, Adam, warga Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, bisa menjual kambing. Memiliki 15 ekor kambing jenis kacang, 5 ekor laku terjual. Kambing untuk kurban miliknya dijual seharga Rp1,5juta hingga Rp2juta. Memelihara kambing selama satu tahun, ia kerap menjualnya untuk kebutuhan warung sate dan RPH.

“Blantik langganan akan membeli setiap ada kebutuhan, terutama jelang Iduladha permintaan meningkat,” terangnya.

Harga jual kepada blantik, menurutnya kerap lebih murah. Sebab, kambing yang dibeli masih akan dijual kembali. Namun sebagian peternak memilih melakukan sistem titip jual. Sistem tersebut memungkinkan peternak bisa mendapat uang saat ternak laku, dan memeliharanya kembali saat tidak terjual. Usaha ternak kambing memberinya keuntungan setiap tahun, terutama jelang Iduladha.

Maryoto dan Sulistiono, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan juga memanfaatkan jasa blantik. Maryoto menyebut jenis sapi limousin dengan usia enam tahun bisa memiliki bobot dua kuintal. Harga yang ditawarkan mencapai Rp18juta hingga Rp20juta. Blantik akan mengambil sapi miliknya dan menjualnya ke lokasi strategis di tepi Jalinsum.

Pemilik enam ekor sapi ini mengaku menjual tiga ekor untuk kurban. Penjualan sapi sekaligus mengurangi beban untuk mencari pakan, dan memenuhi kebutuhan untuk pendidikan anak. Jasa blantik ternak, menurutnya sangat membantu mempercepat penjualan dan memperoleh uang. Sebab, ia kerap kesulitan mencari pembeli yang membutuhkan sapi.

Sulistiono memilih menjual kerbau miliknya untuk meminimalisir kerugian. Ia menyebut, kerbau bisa dijual seharga Rp14juta untuk usia yang memenuhi kebutuhan hewan kurban.

Maraknya pencurian ternak kerbau dan sapi sekaligus menjadi alasan baginya menjual ternak melalui blantik. Hasil penjualan bisa dipergunakan membeli bibit ternak lebih muda dan murah untuk dibesarkan kembali.

Lihat juga...