BNN Lampung Gagalkan Peredaran 6.969 Butir Ekstasi

Sebagian pelaku pengedar narkotika jenis ekstasi yang diamankan BNN Lampung – Foto Ant

BANDARLAMPUNG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung, menangkap lima tersangka, yang termasuk dalam jaringan pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang.

Dari tangan para tersangka disita, 6.969 butir pil ekstasi. “Kami tangkap mereka pada 27 Juli 2020 pukul 19.00 WIB, saat membawa 6.969 butir pil ekstasi atau seberat 3.577,37 gram,” kata Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya, Kamis (2/7/2020).

Ke-lima tersangka tersebut adalah, Edi Samsuar Samsudin (38) warga Aceh, Mulkani (49) warga Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Abdul Rohman (39) warga Lampung, dan dua napi Lapas Rajabasa, M Nasir (31), dan David Prasetyo (31) warga Lampung. “Kami tangkap mereka di tiga lokasi di SPBU rest area Tol Terbanggi KM171 Lampung Tengah, SPBU Jalan Soekarno Hatta Bandarlampung, dan SPBU Kemiling Bandarlampung,” ungkapnya.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi adanya pengiriman narkotika jenis ekstasi dari Aceh. Barang terlarang tersebut dikirim ke Lampung. Barang haram tersebut dikirim dengan cara diantar kurir menggunakan mobil Toyota Innova warna hitam, dengan nomor polisi B 8699 OM. “Pada sore, tanggal 27 Juni 2020, tim melihat kendaraan tersangka masuk restarea Tol Terbanggi KM171 untuk mengisi bahan bakar. Saat mereka mengisi bahan bakar, tim langsung menangkap dua tersangka yang berada dalam mobil,” jelasnya.

Dua tersangka yang berada di dalam mobil diketahui bernama Edi Samsuar Samsudin dan Mulkani (supir). Tersangka Edi mengakui sedang mengantarkan ekstasi, yang disimpan di dalam ban serep. Pengiriman dilakukan atas perintah PON, yang masih dalam pencarian. Sesuai kesepakatan, barang itu akan dikirim di SPBU Rajabasa dan diterima oleh tersangka Abdul Rohman. Saat penangkapan dilakukan, tersangka Abdul datang menggunakan sepeda motor menghampiri mobil, untuk mengambil paket.

Abdul ditugaskan oleh David, seorang napi Lapas Rajabasa. “Berdasarkan keterangan Abdul Rohman, barang itu akan dikirimnya kepada Deni, yang beralamat di Hanura, Pesawaran, Lampung,” tambah Brigjen I Wayan Sukawinaya. Atas keterangan itu, tim kemudian melakukan pengejaran ke lokasi di SPBU Kemiling, untuk melakukan penangkapan terhadap calon pembeli atas nama Deni.

Saat pengintaian, tim menangkap seseorang yang diketahui berdasarkan keterangan tersangka Rohman bahwa target bukan Deni. “Target kabur, dan akhirnya kami melanjutkan ke Lapas Rajabasa untuk menginterogasi dua tersangka dari Lapas. Setelah itu tersangka kami bawa ke Kantor BNN,” tandasnya.

Dari penangkapan itu, petugas mengamankan 6.969 butir pil ekstasi dengan berat 3577,37 gram, satu unit mobil yang dibawa tersangka Edi dan Mulkani, satu buah ban serep mobil Innova, satu unit motor Yamaha Mio milik tersangka Abdul Rohman, dan sejumlah uang tunai. (Ant)

Lihat juga...