Budidaya Lengkuas di Lahan Terbatas, Raup Belasan Juta

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Setahun terakhir harga lengkuas (Alpinia galagal) di tingkat pengepul terbilang tinggi di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan harga satu kilogram bisa mencapai Rp15 ribu.

Lahan kosong di wilayah Kranggan, Kecamatan Jatisampurna banyak dimanfaatkan untuk budidaya tanaman rempah bumbu dapur, terutama untuk jenis lajak sebutan dalam bahasa sundanya. Lahan ‘tidur’ tersebut dimiliki perusahaan di tanam lengkuas atau jenis sayur lainnya.

Adalah Omin (48) warga Jatiraden, Jatisampurna, memanfaatkan lahan kosong milik Eraska, di sekitar lingkungannya untuk budidaya Lengkuas dan jenis sayuran lainnya. Ia pun meraup untung mencapai belasan juta saat panen beberapa waktu lalu.

“Baru setahun sekarang sebenarnya harga pajak (lengkuas) lumayan bagus, bisa mencapai Rp15 ribu. Biasanya harga hanya Rp5000/kg,”ujar Omin, ditemui Cendana News, Senin (6/7/2020).

Diakui baru-baru ini, tanaman lengkuasnya, diborong hingga Rp13 juta. Padahal tidak terlalu luas, ia menyebut hanya ada sekira 400 rumpun.

Omin, berkebun lengkuas di areal terbatas di atas lahan milik perusahaan. Wilayah Kranggan, banyak lahan kosong digunakan untuk budidaya lengkuas dan tanaman lainnya.

“Budidaya lengkuas ini enak tidak perlu perawat ekstra. Apalagi ketika umurnya masih kecil, bisa diseling tanaman sayuran seperti kangkung maupun bayam. Artinya bisa memberi penghasilan lebih,”ujarnya.

Menurutnya budidaya lengkuas memerlukan waktu satu tahun baru bisa panen. Hal tersebut, untuk mendapatkan hasil maksimal Karena lengkuas usia sembilan bulan sebenarnya sudah bisa dipanen.

Untuk bibit, Omin, menyisakan sedikit seperti pucuk, untuk ditanam lagi. Bahkan Omin mengaku juga menjual bibit lengkuas jika ada yang membutuhkan untuk budidaya.

“Bibit Lengkuas harga bisa Rp 3000/per batang. Makanya setiap panen pasti sisakan untuk bibit, agar bisa lebih maksimal,” tukasnya, mengatakan bahwa rimpang atau bibit yang baik untuk dijadikan bibit adalah bagian ujung.

Lengkuas, merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai penyedap masakan. Di samping lengkuas, Omin juga budidaya sereh, memanfaatkan lahan kosong.

“Untuk lahan sebenarnya tidak sewa, hanya pemiliknya meminta kapan waktu jika lahan mau digunakan maka harus siap tanpa ganti rugi,”ujarnya.

Dia menjelaskan, bahwa tanaman lajak membutuhkan tingkat kelembaban udara yang sedang, dan sinar matahari cukup banyak seperti di wilayah Kranggan.

Tanaman  lengkuas juga dapat diperbanyak melalui rimpang atau menanam biji. Selama ini, Omin lebih memilih budidaya menggunakan potongan tanaman rimpang .

Lihat juga...