Bupati Purbalingga : Koperasi Harus Mampu Bersaing Dengan Perbankan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURBALINGGA — Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan, pada era sekarang, persaingan di kalangan lembaga keuangan sangat ketat. Ia mengharapkan Koperasi di daerah setempat mampu bersaing dengan lembaga keuangan lain, bahkan dengan perbankan.

“Dengan pengoperasian berbasis Information Technology (IT), ke depan koperasi harus mampu bersaing dengan perbankan, terutama yang memiliki usaha simpan pinjam,” kata Bupati Purbalingga usai menghadiri acara Koperasi Award di Pendapa Dipokusuma Purbalingga, Kamis (16/7/2020).

Lebih lanjut Bupati mengatakan, para pengurus koperasi di Purbalingga harus mampu menyesuaian dengan perkembangan teknologi, terutama sekarang sudah masuk era 4.0. Kemajuan dan perkembangan zaman juga harus selalu diikuti oleh pengurus koperasi.

“Koperasi juga harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkuat usahanya,” kata bupati yang biasa Tiwi ini.

Sementara itu, digelarnya acara Koperasi Award di Purbalingga, dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat berkoperasi. Koperasi-koperasi terbaik dengan nilai tertinggi, diharapkan mampu menginspirasi yang lainnya.

Kabid Koperasi Finas Koperasi dan UKM Purbalingga, Endang Suciati mengatakan, ada 178 koperasi yang memperebutkan posisi tiga besar terbaik dalam Koperasi Award 2020 ini. Dalam acara Koperasi Award tersebut, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Guyub Rukun, Kecamatan Karangmoncol terpilih sebagai terbaik, dengan nilai tertinggi.

Penilaian koperasi terbaik, lanjutnya, didasarkan pada tujuh aspek yang menggambarkan tingkat kesehatan. Antara lain meliputi aspek permodalan, manajemen, aktiva produktif, efisiensi, lukuiditas, kemandirian , tingkat pertumbuhan dan jati diri koperasi.

“Setelah dilakukan penilaian dari tujuh aspek tersebut, ada tiga koperasi terbaik yaitu pertama KPRI Guyub Rukun, Kecamatan Karangmoncol, kemudian KPRI Mempeng Kecamatan Kaligondang di urutan kedua dan disusul oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wanita Utama. Mereka mendapatkan hadiah piala serta laptop untuk menunjang kinerja koperasi kedepannya,” jelasnya.

Ketua KPRI Guyub Rukun Karangmoncol yang dinobatkan sebagai koperasi terbaik, Siswadi mengatakan, saat ini mereka mempunyai 185 orang anggota dan volume usaha koperasi mencapai Rp3,7 miliar.

Siswadi bertutur, awalnya KPRI Guyub rukun hanya merupakan koperasi simpan pinjam. Namun kemudian berkembang dan melakukan diversifikasi usaha.

“Kita membuka bisnis waralaba dengan membuka minimarket yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok, alat tulis kantor (ATK), serta menampung produk-produk kerajinan lokal dari warga Purbalingga. Saat ini kita juga sudah memiliki pangkalan elpiji dan sudah menjalin kerjasama dengan berbagai perbankan untuk layanan pembayaran,” pungkasnya.

Lihat juga...