Cegah Corona Meluas, Pemkab Mojokerto Luncurkan Pasar Tangguh

MOJOKERTO  – Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, meluncurkan pasar tangguh di Pasar Tanjungsari, Kecamatan Dlanggu, sebagai upaya mencegah merebaknya virus corona atau COVID-19.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, di Mojokerto, Kamis, mengatakan, setelah program kampung tangguh yang terus digelorakan, kini sektor perekonomian yakni pasar tradisional juga ikut kompak menanggulangi pandemi.

“Salah satunya pasar tradisional Tanjungsari Kecamatan Dlanggu, yang diresmikan sebagai salah satu pasar tangguh wilayah Kabupaten Mojokerto,” katanya.

Ia mengatakan, pemerintah saat ini terus mempersiapkan dengan matang penerapan tatanan normal baru.

“Kami siapkan betul bagaimana caranya tetap bisa beraktivitas, namun tidak sampai tertular COVID-19. New normal sendiri akan mulai diterapkan pada tujuh sektor, salah satunya memang pasar tradisional,” katanya

Untuk antisipasi penyebaran COVID-19, pasar tangguh Pasar Tanjungsari Dlanggu saat ini telah dilengkapi bilik sterilisasi otomatis (BSO) dengan dilengkapi cairan probiotik.

Cairan ini, kata dia, dinilai lebih aman daripada cairan disinfektan yang sebelumnya banyak digunakan.

“Pengeras suara pun juga akan stand by di areal pasar, untuk terus memberi sosialisasi pentingnya disiplin protokol kesehatan pada masyarakat,” ujarnya.

Bupati menyampaikan apresiasi pada seluruh masyarakat, yang sudah gotong-royong mendukung pemerintah serta melahirkan inovasi-inovasi penting demi memerangi pandemi.

“Saya apresiasi atas inovasi-inovasi dalam menanggulangi pandemi. Kami punya kampung tangguh, tempat ibadah tangguh, wisata tangguh dan juga pasar tangguh. Dalam penanggulangan ini, kita juga akan terus fokus pada empat hal. Yakni bidang kesehatan, Jaring Pengamanan Sosial (JPS), pemulihan ekonomi, dan keamanan sosial. Keempatnya harus jalan,” ucapnya.

Selain pasar, bupati bersama jajaran Forkopimda ini juga meninjau beberapa objek wisata di Kabupaten Mojokerto dalam persiapan normal baru, antara lain Candi Brahu dan komplek wisata religi Makam Troloyo di Kecamatan Trowulan, serta Pacet Mini Park di Kecamatan Pacet.

Dalam keterangannya, Bupati menjelaskan jika wisata akan segera dibuka secara bersamaan, baik wisata milik pemda atau milik swasta.

“Imbauan kami tetap protokol kesehatan harus diutamakan. Baik itu di wisata milik pemda, swasta, semuanya harus memperhatikan itu. Kami juga harus sempurnakan terus persiapan apa yang diperlukan, untuk fasilitas maupun kenyamanan pengunjung,” katanya. (Ant)

Lihat juga...