China Mulai Menarik Pasukan dari Perbatasan India

Tentara-tentara India membawa peti jenazah Kolonel B.Santosh Babu, yang tewas dalam bentrokan di perbatasan dengan pasukan China di wilayah Ladakh, menggunakan truk saat upacara pemakaman di kampung halaman Babu di Suryapet, India, Kamis (18/6/2020) – Foto Ant

NEW DELHI – China dilaporkan mulai menarik mundur pasukannya dari perbatasan dengan India. Sumber di pemerintah India menyebut, militer kedua negara mengalami bentrok pada Juni dan menewaskan 20 orang tentara India.

Pada Senin (6/7/2020), militer China terlihat membongkar tenda dan bangunan, yang berada di sebuah situs di Lembah Galwan dekat tempat bentrokan terakhir terjadi. Kendaraan terlihat menyingkir dari daerah itu, serta di Hotsprings dan Gogra, dua zona perbatasan yang diperebutkan. Penasihat keamanan nasional India, Ajit Doval, dan Wang Yi, salah satu diplomat utama China, dilaporkan saling bertukar pandangan secara  jujur dan mendalam pada Minggu (5/7/2020) mengenai isu perbatasan.

Berdasarkan catatan singkat dari India dan China, yang dirilis pada Senin (6/7/2020), kedua belah pihak menyatakan telah setuju, untuk menarik mundur pasukan secara signifikan. Catatan dari India menyebut, kedua belah pihak telah sepakat untuk menghormati Garis Kendali Aktual (LAC), yang mencerminkan posisi di sepanjang bagian perbatasan yang diperebutkan. Aspek itu tidak termasuk dalam catatan Beijing, terkait pertemuan tersebut.

Menanggapi pertanyaan apakah China telah memindahkan kembali peralatan di Lembah Galwan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan, kedua belah pihak telah mengambil langkah-langkah efektif untuk memisahkan dan meredakan situasi di perbatasan. “Kami berharap India akan bertemu China di jalan tengah, dan mengambil langkah konkret untuk melaksanakan apa yang disepakati kedua belah pihak, terus berkomunikasi secara erat melalui saluran diplomatik dan militer, serta bekerja sama untuk mendinginkan situasi di perbatasan,” kata Zhao dalam konferensi pers, Senin (6/7/2020).

Pasukan China dan India bertempur selama berjam-jam di perbatasan Himalaya pada malam 15 Juni. Akibatnya, sedikitnya 20 tentara India tewas. China belum mengonfirmasi jumlah korban dari pihak mereka. Jumlah korban tewas dari pihak India adalah yang tertinggi di sepanjang sejarah perselisihan di wilayah perbatasan tersebut dalam lebih dari lima dekade terakhir. Peningkatan konflik itu membuat pejabat militer kedua negara melakukan pembicaraan selama berminggu-minggu, untuk membahas cara mengurangi ketegangan. (Ant)

Lihat juga...