Daging Kambing Aman Selama Pengolahannya Tepat

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Daging kambing dinyatakan memiliki efek dalam meningkatkan hipertensi atau kolesterol pada tubuh seseorang. Tapi, ternyata menurut para ahli, yang penting adalah cara pengolahan dan bahan yang digunakan untuk memasak daging tersebut.

GM Kesehatan Dompet Dhuafa, Dr.Yeni Purnamasari, menyatakan kandungan kolesterol tidak membahayakan bagi tubuh, bila mengikuti pola masak dan konsumsi yang tepat.

“Pada konsumsi yang tidak berlebihan dan dimasak dengan cara dipanggang, atau di sop dan dikukus, kandungan kolesterol daging kambing tidak berbahaya untuk tubuh,” kata Yeni, saat dihubungi,  Jumat (31/7/2020).

GM Kesehatan Dompet Dhuafa, Dr.Yeni Purnamasari. –Dok: CDN

Ia menyebutkan, jika daging kambing digoreng, akan terjadi peningkatan kadar lemak tak jenuh dan penambahan kadar kolesterol dalam tubuh.

“Sering juga disebutkan daging kambing  memiliki efek termogenik, yaitu bahan yang memicu rasa panas dalam tubuh setelah dikonsumsi dan menimbulkan sensasi hangat. Hal ini sering disebut memicu tekanan darah tinggi,” urainya.

Ia menegaskan, yang benar adalah faktor pemicu darah tinggi jika menggunakan garam (natrium) yang berlebihan pada saat memasak atau melakukan tindakan pengawetan.

“Kelebihan konsumsi garam di atas kebutuhan tubuh sebesar 5 gram (2.000 mg natrium) atau di atas 1 sendok teh per hari, akan menyebabkan retensi air dalam tubuh, sehingga jantung akan memompa lebih keras darah ke seluruh tubuh yang menyebabkan hipertensi. Pada kadar yang cukup, natrium dibutuhkan untuk keseimbangan elektrolit tubuh kita,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Spesialis Gizi Klinik, Sitti Hikmawatty, yang menyatakan boleh saja mengkonsumsi daging kambing.

“Termasuk bagi penderita hipertensi dan kolesterol yang rajin memeriksakan diri dan tekanannya terkontrol. Tapi mencicipi ya, jangan terlalu banyak,” kata Sitti, saat dihubungi terpisah.

Ia menyatakan juga, bahwa daging kambing tanpa lemak bisa diolah untuk makanan apa saja.

“Tapi diupayakan untuk menghindari penggunaan santan, karena santan mampu memicu angka kolesterol,” ujarnya.

Sebaiknya, lanjut Sitti, pengolahan daging, tidak hanya daging kambing saja, lebih mengutamakan pada pemanfaatan berbagai rempah.

“Indonesia kan terkenal dengan varian rempah-rempahnya. Ya, itu digunakan untuk membuat masakan menjadi lezat dan jangan terlalu banyak garam,” pungkasnya.

Lihat juga...