Dari Denda PSBB Transisi, Pemprov DKI Raup Rp902 Juta

Seorang warga yang tidak mengenakan masker menyapu jalan saat pendisiplinan pelanggar protokol kesehatan di Jakarta, Selasa (7/7/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraup denda sebesar Rp902,7 juta, dari pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi.

Selama PSBB transisi tercatat ada 55.096 pelanggar yang tidak menggunakan masker. Sebanyak 5.941 pelanggar di antaranya membayar denda. Sementara 49.115 pelanggar memilih melakukan kerja sosial. “Denda yang sudah dibayarkan Rp902.750.000 sejak 5 Juni 2020 hingga 29 Juli 2020,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, Kamis (30/7/2020).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, resmi memperpanjang PSBB Masa Transisi Fase 1 di Jakarta untuk 14 hari lagi. Terhitung mulai 31 Juli 2020 sampai 13 Agustus 2020. Perpanjangan tersebut merupakan yang ketiga kalinya, selama PSBB Transisi Fase 1. Sebelumnya, telah dilakukan perpanjangan pada 2 Juli 2020 hingga 16 Juli 2020 dan 17 Juli 2020 hingga 30 Juli 2020.

Arifin menegaskan, dalam perpanjangan PSBB Transisi untuk mengendalikan penularan COVID-19 itu, pihaknya akan memberikan tindakan yang lebih berat kepada mereka yang mengulangi pelanggaran masker. “Sanksi kerja bukan lagi satu hingga dua jam, tapi bisa satu hari dia kerja,” tegas Arifin.

Sementara untuk denda, sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) sebesar Rp250 ribu setiap kali pelanggaran juga akan dimaksimalkan. “Tidak lagi bisa minta pengurangan. Selama ini memang kita ketahui bahwa dengan kondisi ekonomi yang terpuruk juga, mereka selalu minta keringanan dengan alasan tidak mampu,” kata Arifin. (Ant)

Lihat juga...