Desa Terpencil di Pasaman Berharap Pembangunan Infrastruktur

Editor: Koko Triarko

PASAMAN – Ada ratusan nagari/desa di Provinsi Sumatra Barat yang berada di daerah terpencil dan tertinggal. Kebanyakan dari mereka, bisa dikatakan tidak terdampak wabah Covid-19, seperti halnya di Kabupaten Pasaman.

Kepala Jorong Rumbai, Nagari Muaro Tais, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman, Min Abasri, menyebutkan, daerahnya terbilang terpencil dan jauh dari pusat kota, sehingga wabah Covid-19 tidak menjadi momok yang begitu menakutkan bagi masyarakat setempat.

Aktivitas masyarakat terbilang normal, seperti berkebun dan ke sawah, serta profesi lainnya. Kendati demikian, terkait imbauan pemerintah untuk mematahui protokol kesehatan, tetap menjadi pedoman masyarakat setempat untuk hidup bersih.

“Hidup bersih itu kan penting. Tidak harus dilanda virus Covid-19 pula, baru menjalankan hidup bersih. Kami di sini dikarenakan hidupnya jauh dari kota, jadi soal hidup bersih sudah jadi kebiasaan bagi kami,” ujarnya, Kamis (2/7/2020).

Min Abasri pun menitip harapan kepada pemerintah, terutama untuk Pemprov Sumatra Barat, agar soal infrastruktur menjadi perhatian, seperti jalan, jembatan, dan sarana pendidikan. Sebab, untuk memajukan desa, perlu didukung infrastruktur yang memadai.

“Meski hasil produksi perkebunan bagus, kalau infrastruktur tidak memadai, bakal sulit juga untuk membawanya. Jadi, infrastruktur adalah harapan terbesar masyarakat di sini, karena bertani adalah mata pencarian masyarakat di daerah Rumbai,” kata dia.

Begitu juga soal akses telekomunikasi, merupakan hal yang diimpikan oleh masyarakat. Hal ini karena banyak anak-anak yang menempuh pendidikan di Kota Padang dan di luar daerah Pasaman, sehingga sulit melakukan komunikasi.

“Jadi kami sangat berharap sekali ada jaringan internet di kampung ini, daerah kami juga dapat maju seperti daerah lainnya di Sumbar,” pintanya.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, yang datang langsung ke desa terpencil itu, mengakui adanya keluhan dan harapan tersebut.  Ia pun menyatakan sepulang dari Pasaman, akan menggelar rapat terkait kondisi daerah terpencil tersebut.

“Saya akan bicarakan ini bersama OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Sumatra Barat pas balik ke Padang nanti. Sebab, kasihan juga masyarakat di sini jauh dari telekomunikasi seperti internet,” sebutnya.

Terkait jaringan internet, Wagub menegaskan sudah mengirimkan surat kepada Kementerian Kominfo, agar memberikan layanan internet untuk sejumlah daerah di Sumatra Barat, yang masih belum memiliki.

Ia menyebutkan, dari kunjungannya ke sejumlah desa di Pasaman, ada empat tempat yang sudah didatangi, terkhusus untuk Nagari Tais, ternyata belum memiliki jaringan internet. Pemprov Sumatra Barat berjanji akan menyurati kembali Kementerian Kominfo, agar Nagari Tais ini bisa pemasangan jaringan internet.

“Terkait Covid-19, saya juga sudah mensosialisasikan kepada masyarakat, bahwa pola hidup sehat harus diterapkan. Tujuannya, meskipun aman karena jauh dari keramaian kota, tapi perlu juga untuk mematuhi prokol kesehatan,” harapnya.

Lihat juga...