Di Garut MPLS Siswa Baru Digelar Daring

GARUT – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilakukan secara daring (Dalam Jaringan) atau online. Hal itu untuk menghindari kerumunan dan kontak fisik, sehingga tidak terjadi penyebaran COVID-19.

Sesuai instruksi pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat, kegiatan MPLS tidak diberlakukan secara tatap muka. Harus secara daring, karena masih dalam masa pandemi COVID-19. “MPLS tidak dilakukan tatap muka, caranya bagaimana sekolah harus mengenalkan sendiri kepada anak didik dengan inovasi-inovasi sendiri,” kata Bupati Garut, Rudy Gunawan, Senin (13/7/2020).

Meski ada batasan dalam pelaksanaan kegiatan belajar, sesuai harapan Presiden Indonesia, pendidikan harus tetap berjalan dan tidak menurunkan kualitas. “Kami mengikuti instruksi Presiden, bahwa pendidikan tidak boleh berhenti, kualitas tidak boleh berkurang,” tambahnya.

Sementara itu, MPLS tahun ajaran 2020/2021 di Kabupaten Garut diikuti 175.766 siswa baru, tersebar di 42 kecamatan atau korwil. Terdiri dari 44 ribu siswa SD, 35.617 siswa SMP, dan warga belajar PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sebanyak 20.149 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, menambahkan, MPLS diselenggarakan selama lima hari mulai 13 sampai 17 Juli 2020. Kegiatan itu bertujuan untuk mengenalkan lingkungan, nilai, dan karakter kepada para peserta didik baru. Harapannya, selama proses pembelajaran dapat tercipta lingkungan yang aman dan nyaman.

Selain itu, MPLS bertujuan untuk mengembangkan potensi diri dan kemampuan peserta didik. Serta menumbuhkan kultur jiwa bangga kepada peserta didik baru, untuk belajar, mencintai, dan menjaga nama baik almamaternya. “Kegiatan ini untuk menanamkan dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dan karakter ke-Indonesia-an kepada peserta didik,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...