Di Meulaboh Aceh Barat, 42 Rumah Warga Rusak Diterjang Banjir Rob

Warga berusaha menghindari gelombang pasang purnama saat terjangan ombak air laut menggenangi pemukiman warga di Desa Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Ibu Kota Kabupaten Aceh Barat, Ahad (12/7/2020) – Foto Ant

MEULABOH – Sebanyak 42 rumah warga yang berada di Desa Pasir, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, rusak akibat banjir rob atau banjir air laut pasang, yang melanda daerah tersebut sejak Sabtu (11/7/2020).

“Kami masih berupaya mendata kerusakan akibat bencana alam akibat banjir rob,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Mukhtaruddin, di Meulaboh, Minggu (12/7/2020) malam.

Dari pendataan tercatat, di Dusun I sebanyak 14 rumah rusak sedang dan di Dusun II ada dua rumah warga rusak berat dan 26 rumah warga rusak ringan. BPBD Aceh Barat juga terus mengevakuasi warga yang bermukim di pinggir laut, untuk di bawa ke Posko Darurat BPBD Aceh Barat yang berlokasi di Lapangan Teuku Umar, Meulaboh.

Banjir rob di Aceh Barat terpantau merendam puluhan rumah warga. Ratusan warga korban pasang purnama di empat desa di Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, hingga Minggu (12/7/2020) malam masih mengungsi, setelah rumah mereka terendam pasang air laut mencapai 80 sentimeter.

Ada pun masyarakat yang terdampak musibah ini diantaranya di Desa (Gampong) Pasir sebanyak 512 jiwa atau (121 KK), Desa Kampung Belakang 450 jiwa (120 KK), Desa Suak Indrapuri 317 jiwa (98 KK), di Desa Ujung Kalak 362 jiwa (98 KK). Sedangkan puluhan pondok kafe wisata kuliner, yang berlokasi di Desa Suak Ribee, Meulaboh, juga ikut rusak akibat diterjang gelombang pasang purnama. “Saat ini, titik pengungsian masyarakat terbagi di beberapa lokasi. Sebagian korban mengungsi di kantor desa, karena rumahnya rusak dan terendam pasang air laut,” tambah DR Mukhtaruddin.

Titik pengungsian masyarakat, masing-masing di Kantor Desa Suak Indra Puri dihuni oleh masyarakat dari 16 kepala keluarga. Sedangkan warga di Desa Ujong Kalak, Pasir dan Kampung Belakang sebagian mengungsi ke rumah sanak saudara. Dampak dari meluapnya air laut tersebut juga mengakibatkan jalan di sepanjang empat desa tidak bisa dilalui kendaraan. Air laut naik ke daratan dengan ketinggian berkisar antara 80 sentimeter hingga satu meter diatas permukaan jalan. “Untuk sementara itu aktivitas masyarakat masih terganggu karena air memasuki rumah warga,” pungkas Mukhtaruddin. (Ant)

Lihat juga...