Di Rube Mbajing, Bisa Belajar Budidaya Kopi dan Vanili

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Terletak di kawasan perbukitan perbatasan Kabupaten Kulon Progo dan Purworejo, Rumah Belajar (Rube) Mbajing di Dusun Sinogo, Pagerharjo, Samigaluh, merupakan tempat yang sangat tepat bagi siapa saja yang ingin belajar budidaya komoditas pertanian, vanili dan kopi. 

Selain memang telah dikenal sebagai daerah penghasil vanili dan kopi sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam, Kelompok Tani Rube Mbajing di Dusun Sinogo, juga termasuk sebagai pelopor sekaligus contoh sukses kelompok pembudidaya sekaligus pengolahan vanili dan kopi secara mandiri.

Salah seorang pengelola Rube Mbajing, Sigit Sujatmoko, mengaku mulai membuka Rumah Belajar (Rube) Mbajing sejak 2-3 tahun terakhir. Tak hanya sebagai wadah bagi para petani vanili dan kopi di Desa Pagerharjo, Rube Mbajing juga menjadi sarana promosi berbagai produk olahan vanili dan kopi yang mereka hasilkan.

“Memang tujuan awal kita adalah untuk mempromosikan produk olahan kita berupa Kopi Mbajing dan Vanili Mbajing. Namun kita juga sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar budidaya vanili dan kopi, termasuk proses pengolahannya. Kita siap berbagi ilmu,” ungkapnya Kamis (2/7/2020).

Selain bisa belajar mengenai tata cara penanaman, perawatan maupun pemanenan vanili serta kopi, pengunjung yang datang ke Rube Mbajing juga bisa melihat langsung proses pengolahan kedua produk tersebut. Mulai dari pengeringan, penumbukan, penggilingan, pengemasan dan sebagainya. Bahkan pengunjung juga bisa mencicipi langsung kopi maupun vanili yang dihasilkan.

“Kita berharap dengan banyaknya pengunjung yang datang ke sini, produk-produk dari kelompok Rube Mbajing bisa semakin dikenal luas masyarakat. Dengan begitu kesejahteraan petani vanili dan kopi di Desa Pagerharjo Samigaluh juga akan semakin terangkat,” katanya.

Selama ini mayoritas masyarakat di Dusun Sinogo ini merupakan petani vanili maupun kopi. Warga biasa menanam kopi dan vanili di lahan-lahan pekarangan rumah mereka. Saat masa panen, melalui kelompok, mereka akan mengolah kopi dan vanili secara bersama-sama menjadi produk olahan untuk mereka pasarkan sendiri.

Pengolahan secara mandiri itu mereka lakukan untuk meningkatkan nilai jual hasil panen kopi dan vanili yang selama berpuluh-puluh tahun dikuasai oleh para tengkulak. Nama Mbajing sendiri dikatakan diambil dari nama daerah mereka, untuk kemudian diambil menjadi nama dagang atau brand kelompok tani maupun produk yang dihasilkan.

Lihat juga...