Dijamin Pemerintah, UMKM Diminta tidak Ragu Ajukan Kredit

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Setelah program Penjaminan Kredit Modal Kerja diresmikan, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta agar para pelaku UMKM tidak ragu lagi mengajukan kredit ke perbankan, untuk memulai atau mengembangkan bisnisnya, meski pernah memiliki riwayat non-performing loan (kredit macet).

“Sebetulnya hal seperti ini juga bisa menyelimuti perbankan, apakah mereka punya cukup confidence untuk menyalurkan keredit. Nah kalau dua-duanya saling menunggu, maka ekonomi kita pun akhirnya stagnan dan tidak akan bangkit,” terang Menkeu, Rabu (8/7/2020) di Jakarta.

“Oleh karena itu, hadirnya program Penjaminan Kredit Modal Kerja ini sesungguhnya untuk memutus sikap saling menunggu dan ragu-ragu itu,” sambung Menkeu.

Menkeu menegaskan, risiko kredit macet bagi UMKM dijamin oleh pemerintah lewat BUMN Askrindo dan Jamkrindo yang telah diberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp6 triliun.

“Bahkan Askrindo dan Jamkrindo pun kita jamin lagi dengan apa yang disebut stop lost. Jadi memang pemerintah mengambil risiko cukup banyak untuk mendukung UMKM dalam rangka menciptakan kepercayaan dan memulihkan ekonomi,” tukas Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu menyatakan bahwa bank  BNI, BRI, Mandiri dan BTN yang berhimpun di dalam Himbara telah menyampaikan kepada pemerintah terkait rencana penyaluran kredit modal kerja bagi UMKM.

“Seperti sudah diketahui, bahwa pemerintah telah menempatkan uang negara sebesar Rp60 triliun ke bank Himbara agar dunia usah khususnya UMKM bisa memanfaatkan pinjaman dengan bunga yang relatif rendah. Kami berharap sekali pemulihan ekonomi bisa berjalan cepat, dan kita terhindar dari risiko terburuk akibat pandemi.

Menambahkan, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, bahwa UMKM menjadi prioritas utama dalam pemulihan ekonomi dan perbankan telah diberikan keleluasaan untuk restrukturisasi kredit. Maka pemerintah sesudah restrukturisasi menganggap penting suntikan modal kerja untuk UMKM dan penjaminan kredit menjadi sangat penting.

“Oleh karena itu, baik Askrindo maupun Jamkrindo diarahkan secara aktif sudah bisa melaksanakan programnya, sehingga program modal kerja ini bisa dilakukan oleh perbankan,” kata Airlangga.

Ketua Umum Golkar itu juga menilai pentingnya penjaminan modal kerja untuk UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia.

“Semua sudah tersambung dengan baik dari Ditjen Dukcapil, OJK, Kementerian Keuangan, maupun bank-bank swasta, Bank Himbara semuanya sudah jalan,” pungkasnya.

Lihat juga...