Dinantikan Puluhan Tahun, Jalan Penghubung di Bakauheni Terwujud

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Salah satu warga Dusun Merut, Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) bernama Suyanto, sumringah. Pasalnya sejak tahun 1990 silam ia dan warga mendambakan akses jalan penghubung antar dua desa. Warga generasi kedua di desa tersebut menyebut akses jalan setapak menghubungkan Desa Kelawi dan Desa Hatta. 

Becek saat penghujan dan debu tanah menjadi pemandangan di akses jalan sepanjang kurang lebih enam kilometer. Sejak dua tahun silam melalui program pembangunan infrastruktur akses jalan ditingkatkan menjadi jalan aspal,sebagian rigid beton. Dambaan tersebut direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Lamsel membuat mobilitas warga bisa lebih lancar.

Mengangkut hasil bumi di perbukitan Merut bukan perkara mudah. Pasalnya jasa ojek motor diperlukan untuk mengumpulkan hasil panen pisang,kelapa,cengkeh,jagung dan hasil pertanian lain. Dusun Merut di Desa Hatta dan Dusun Sumbersari di Desa Kelawi sulit diakses imbas tidak adanya jembatan permanen. Jembatan kayu dan bambu sementara dipakai untuk mobilitas warga.

“Keberadaan dua sungai kecil yang melintas di jalan penghubung antar desa kerap menghambat, namun beruntung ada program TMMD dari Kodim 421 Lampung Selatan sehingga dambaan warga dua desa bisa diwujudkan,” terang Suyanto saat ditemui Cendana News, Jumat (10/7/2020).

Suyanto, warga Dusun Merut Desa Hatta Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan melakukan proses pembersihan kebun pisang yang berada di dekat akses jalan yang diperbaiki dalam program TMMD ke-108, Jumat (10/7/2020). -Foto Henk Widi

Suyanto menyebut melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-108 warga dilibatkan. Ia dan warga dua desa bahu membahu meratakan tanah perbukitan sebagian dibantu alat berat escavator. Jalan tanah yang telah rata selanjutnya dibuat talud untuk mencegah longsor. Sebanyak dua jembatan dan sejumlah gorong-gorong melancarkan saluran air.

Suyanto memastikan saat semua infrastruktur jalan, jembatan, talud, gorong-gorong selesai warga tidak harus berjalan memutar. Sebab akses jalan memutar butuh waktu hingga satu jam dengan kondisi jalan yang sebagian berbatu. Namun pemilik lahan kebun akan lebih mudah mendistribusikan hasil bumi ke lokasi pengepulan.

“Biaya operasional bisa ditekan dan akan memicu peningkatan ekonomi masyarakat,” terang Suyanto.

Akses jalan menurutnya ikut mendukung kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Sebab selama ini warga harus melewati akses jalan yang sulit untuk menuju ke Puskesmas Bakauheni dan pusat layanan kesehatan lain. Keberadaan akses jalan akan memudahkan pelayanan kesehatan melalui kegiatan Posyandu di dusun tersebut.

Tumenggung Lekok, Kepala Desa Hatta menyebut medan perbukitan,sungai membuat biaya operasional akan sangat tinggi untuk pembangunan jalan. Namun berkat Kodim 0421 Lamsel, sebagian ruas jalan bisa ditingkatkan. Badan jalan berupa tanah telah diusulkan untuk pembangunan namun sejumlah prioritas di desanya membuat jalan penghubung dua desa tertunda.

Ia menyebut ikut melibatkan masyarakat semua dusun untuk membantu TMMD. Sistem gotong royong dilakukan sejak pra TMMD hingga pelaksanaan pada akhir Juni hingga akhir Juli mendatang. Sasaran fisik pada jalan penghubung dua desa menurutnya akan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Sektor pelayanan pendidikan,kesehatan akan ditingkatkan dengan kondisi jalan yang lancar.

“Kaum wanita dilibatkan untuk memasak sehingga pelaksanaan TMMD tetap berjalan lancar,” papar Tumenggung Lekok.

Supriyanto (kiri), Asisten Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat mendampingi ketua tim Wasev Mabesad Kol Kav. Dani Wardhana meninjau proses pembangunan jalan dan jembatan di Desa Hatta dan Desa Kelawi, Jumat (10/7/2020). -Foto Henk Widi

Supriyanto, Asisten Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Lamsel menyebut sasaran diprioritaskan bagi wilayah yang belum tersentuh pembangunan. Wilayah Lamsel yang luas membuat sejumlah rencana pembangunan mengacu pada skala prioritas. Kehadiran TMMD menurutnya akan membuat fasilitas jalan dan jembatan membantu mobilitas warga.

“Masyarakat telah puluhan tahun menunggu dan berkat TNI akses jalan penghubung bisa direalisasikan,” paparnya.

Sasaran fisik program TMMD Ke-108 di Lamsel menjadi bukti TNI hadir bersama rakyat. Demikian diungkapkan ketua tim pengawasan dan evaluasi (Wasev) Mabesad Kolonel Kav.Dani Wardhana. Sebanyak empat sasaran fisik yang dibuat meliputi pembangunan badan jalan sepanjang 1100 meter, dua unit jembatan, gorong-gorong, parit.

“Sasaran tambahan juga dilakukan dengan pembuatan sumur bor,bedah rumah sehingga bisa membantu masyarakat,” tegasnya.

Kol Kav Dani Wardhana menyebut infrastruktur yang dibangun akan membantu mobilitas warga. Sebab jarak tempuh dan waktu jadi kendala dua desa di ujung Sumatera untuk menuju ke fasilitas pendidikan,kesehatan. Akses jalan yang lancar akan semakin meningkatkan layanan sektor lain demi kemajuan Desa Hatta dan Kelawi. Ditargetkan pembangunan akan selesai pada akhir Juli mendatang.

Lihat juga...