Dinkes Kota Semarang: Separuh Kasus Positif Klaster Industri Sudah Sembuh

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kadinkes Kota Semarang Abdul Hakam, memastikan separuh dari 300 kasus positif covid dari klaster industri, sudah sembuh, saat ditemui di Semarang, Rabu (15/7/2020). Foto Arixc Ardana

SEMARANG — Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam memastikan dari 300 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dari klaster industri, separuh diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

“Ada kabar gembira, karena separuh kasus positif covid dari tiga perusahaan, sudah sembuh. Sebelumnya ada sekitar 150-an orang yang positif, kemudian kita lakukan rapid test pada kontak erat masing-masing, hingga didapat angka 300 orang yang positif. Sejauh ini tidak ada penambahan, justru sudah mulai sembuh,” paparnya di Semarang, Rabu (15/7/2020).

Pihaknya juga sudah melakukan tracking di lingkungan kerja dan tempat tinggal, di wilayah Kecamatan Semarang Utara dan Genuk.

Dijelaskan dalam seminggu terakhir, angka kasus positif covid-19 di Kota Semarang, melonjak cukup tajam, bahkan kini menjadi yang terbesar di Provinsi Jateng.

Berdasarkan data laman siagacorona.semarangkota.go.id, jumlah kasus positif di Kota Semarang, per tanggal 15 Juli 2020 pukul 18.00 WIB, mencapai 888 kasus, dengan 175 pasien dari luar Kota Semarang. Meski sudah menurun dibanding pada tanggal 7 Juli 2020 lalu, yang mencapai 976 kasus, namun angka tersebut tetap tinggi.

“Namun jangan dilupakan, bahwa yang sembuh juga meningkat. Per hari ini, ada sebanyak 1.537 kasus yang dinyatakan sembuh, dengan 258 dari luar kota. Untuk itu, demi mencegah terulang kembali klaster industri, dengan jumlah kasus yang besar, kami minta agar penerapan protokol kesehatan benar-benar diperhatikan,” jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menambahkan, jumlah kasus positif covid-19 di wilayahnya masih naik turun, banyak yang terpapar namun tidak sedikit yang sudah sembuh.

“Kondisinya sempat turun, naik, kemudian turun, lalu naik lagi, seperti huruf W. Sebagian besar mereka ini masuk dalam orang tanpa gejala (OTG), kita lakukan test ternyata reaktif, namun sebagian sudah mulai sembuh karena deteksi dini yang cepat,” terangnya.

Dirinya kembali mengajak seluruh pihak untuk terus melakukan penerapan protokol kesehatan secara disiplin. “Termasuk industri dan perusahaan, yang memiliki ratusan bahkan ribuan pekerja. Kita terus ingatkan agar pencegahan penyebaran covid ini, terus dilakukan. Langkah-langkahnya seperti apa sudah kita sampaikan,” tandasnya.

Lihat juga...