Disdik NTT Diharap Kelola PLK Cerdas Anak Bangsa

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Warga Kampung Wairbukan Desa Wairterang Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka, berharap agar pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Nusa Tenggara Timur yang memiliki kewenangan mengelola sekolah di wilayahnya bisa memperhatikan nasib sekolah tersebut.

Sekolah Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Cerdas Anak Bangsa setingkat Sekolah Dasar yang berada di Kampung Wairbukan dalam kawasan  hutan lindung Egon Ilimedo sangat memprihatinkan.

“Selain gedung dan fasilitas sekolahnya sangat mengenaskan, guru pun jarang masuk mengajar sehingga anak-anak kesulitan belajar,” kata Bernadus Brebo, Ketua RT 17A Kampung Wairbukan Desa Wairterang, Kamis (9/7/2020).

Bernadus mengatakan, banyak pihak yang bersedia membantu pembangunan sekolah ini namun sama saja kalau gedungnya bagus namun aktivitas belajar mengajarnya tidak rutin dilaksanakan

Ketua RT 17A Kampung Wairbukan Desa Wairterang, Bernadus Brebo, saat di Lokaria Kota Maumere, Kamis (9/7/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Dirinya berharap agar pemerintah melalui Dinas Pendidikan Provinsi NTT bisa mengambil alih pengelolaan sekolah ini kegiatan belajar mengajar bisa lebih baik ke depannya.

“Hingga saat ini yayasan yang mengelolanya pun jarang datang dan rapat bersama komite. Bahkan pihak yayasan pun jarang mengunjungi sekolah ini sehingga tidak mengetahui secara pasti kondisi sekolah dan aktivitas belajar mengajarnya apakah berjalan normal atau tidak,” sebutnya.

Ketua Kelompok HKM Wairtopo Wairbukan ini pun mengaku pernah meminta media memuat kondisi sekolah ini dan dirinya pun sempat dimarahi kenapa mengajak wartawan ke Kampung Wairbukan dan melihat kondisi sekolahnya.

Bernadus mengaku dirinya tidak mengajak awak media maupun pihak luar datang ke tempatnya namun mereka melihat sendiri kondisi kampung dan sekolah sesuai melakukan kegiatan sosial bersama masyarakat.

“Mungkin kalau pemerintah yang mengelolanya maka fasilitas sekolah maupun aktivitas belajar mengajarnya berjalan lebih baik. Gaji gurunya pun bisa lebih baik sehingga bersemangat mengajar,” ucapnya.

Kepala Desa Wairterang  Igansius Silvesman pun berharap agar Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan bisa memperhatikan nasib sekolah tersebut.

Menurut Silvesman, anak-anak di Kampung Wairbukan tidak mungkin bersekolah di pusat desa karena mereka harus berjalan kaki melintasi hutan sejauh satu kilometer lebih pulang pergi setiap harinya.

“Kita berharap agar dibangun SD Kaki atau SD Negeri di Kampung Wairbukan sehingga anak-anak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sana,” harapnya.

Saat mengunjungi sekolah ini Sabtu (27/6) yang lalu kondisi bangunan sekolah yang berada di tengah Kampung Wairbukan ini fasilitasnya sangat mengenaskan. Atap dan dinding sekolah banyak yang berlubang serta lantainya masih tanah dan hanya ada beberapa meja dan kuris yang merupakan sumbangan dari donatur dan pemerintah desa.

Lihat juga...