Disdik Pessel Mendeteksi Bakat Peserta Didik di Usia Dini

Editor: Makmun Hidayat

PESISIR SELATAN — Ada yang menarik dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, untuk para peserta didik TK, PAUD, dan tingkatan siswa sekolah dasar. Mereka mendeteksi bakat olahraga para peserta didik di usia dini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Suhendri, mengatakan, dalam menjalankan upaya Disdikbud juga melibatkan para guru yang memiliki kompetensi di bidangnya. Alasan hal ini dilakukan, agar Pesisir Selatan benar-benar mampu menghasilkan generasi emas di bidang olahraga di masa datang.

Terkait ketentuan dan tata cara melakukan identifikasi dan pengembangan bakat peserta didik itu, direncanakan dimulai pada tahun 2021 mendatang. Untuk itu sebanyak 80 guru SD dan TK/PAUD, akan dihadirkan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM-nya melalui pelatihan.

“Program itu kita jalankan tahun 2021 mendatang. Tapi dari sekarang telah mulai kita rancang, dan tujuan kita memang untuk mempersiapkan generasi emas,” katanya, ketika dihubungi dari Padang, Kamis (2/7/2020).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Suhendri, dalam kegiatannya beberapa waktu sebelum Covid-19. -Foto: M. Noli Hendra

Menurutnya dalam menjalankan mencari bakat-bakat olahraga terhadap peserta didik itu, Disdikbud kerjasama dengan Yayasan Sekolah Olahraga (Yasekora). Artinya dengan Yasekora itu, dapat melihat bakat anak pada olahraga secara umum dan ke cabang olahraga secara khusus.

Ia menyebutkan agar modul panduan pelatihan identifikasi bakat dikuasai dengan baik, pihaknya akan menghadirkan, Prof Syahrial Bakhtiar, yang merupakan salah seorang ilmuwan olahraga, dan juga merupakan Ketua Tim TID Indonesia.

“Kami menyadari orientasi dan deteksi bakat bertujuan memotivasi anak-anak untuk memilih olahraga yang cocok sesuai dengan karakteristik mereka. Bahkan untuk beberapa cabang olahraga, orientasi bakat sudah dilakukan dari sejak awal,” ujar dia.

Suhendri juga menyampaikan kepada para peserta pelatihan TID itu nantinya agar membawa laptop, memakai pakaian olahraga dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Hal ini dikarenakan dalam suasana yang masih Covid-19, maka protokol kesehatan hal yang wajib untuk dipatuhi.

Sementara itu, salah seorang orangtua murid, Winda, menyambut baik adanya program dari Disdikbud Pesisir Selatan tersebut. Ia beranggapan jika ada upaya untuk mencari bakat peserta didik sejak dari usia dini, maka hal yang sudah tepat.

“Anak-anak itu kan bisa dilihat bakatnya apa. Misalnya anak saya ini, suka kali main bola, permainan di rumah semuanya berbaur tentang bola. Jika ada yang membinanya, tentu ada efek yang baik,” sebutnya.

Tapi, Winda berharap kepada Disdikbud, agar tidak ada sifatnya memaksa anak-anak untuk mengikuti program tersebut. Terkadang anak yang memiliki bakat yang bagus, namun belum memiliki keinginan untuk dilatih, akan tetapi malah ingin bermain layaknya anak-anak pada umumnya.

“Saya saja terkadang melihat anak saya itu suka bantu-bantu ayahnya bisa lagi memperbaiki sepeda. Saya pun tidak bisa memaksa anak-anak saya itu terus-terus membantu ayahnya, ya tergantung maunya saja. Jadi jika nanti program itu jalan, pertimbangkan juga mood anaknya,” ungkap dia.

Ia mengatakan meski satu sisi menyetujui program tersebut, berharap bimbingan atau pelatihannya itu berbentuk edukasi, bukan malah membuat anak bertindak yang tidak sesuai dengan sikap di hari-hari biasanya.

Lihat juga...