Dolar Turun Tipis di Akhir Perdagangan Selasa Pagi

Ilustrasi - mata uang utama dunia, euro, dolar AS, yen, poundsterling, yuan dan dolar Hong Kong. -Foto: Reuters

NEW YORK – Dolar sedikit lebih rendah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena investor menunggu laporan laba perusahaan AS dan data retail untuk mengukur apakah optimisme hati-hati tentang prospek ekonomi dibenarkan.

Indeks dolar yang mengukur safe-haven greenback terhadap enam mata uang utama saingannya memangkas penurunan awal, menjadi mengakhiri sesi hanya 0,07 persen lebih rendah di 96,538.

Dolar mengakhiri kerugian minggu ke tiga pada Jumat lalu (10/7/2020), karena investor membeli mata uang sensitif risiko di tengah spekulasi, bahwa dampak terburuk pandemi telah berakhir.

Tetapi pada Senin (13/7/2020) sore, Gubernur California Gavin Newsom memerintahkan pengurangan besar-besaran dari pembukaan kembali negara bagian itu, menutup bar dan melarang restoran dalam ruang di seluruh negara bagian, serta menutup gereja, pusat kebugaran, dan salon rambut, di daerah-daerah yang paling terpukul.

Dolar menguat kembali setelah berita dari California, yang mengirim aset berisiko seperti saham AS lebih rendah. Indeks utama saham telah mulai naik sehari setelah pendapatan kuartal ke dua dimulai, dengan PepsiCo Inc mengalahkan perkiraan analis. Bank-bank Wall Street JPMorgan, Citigroup dan Wells Fargo akan melaporkan pendapatan pada Selasa.

Sementara data Refinitiv menunjukkan hasil kuartal ke dua akan menunjukkan penurunan kuartalan terbesar ke dua dalam laba perusahaan sejak 1968, investor mempertahankan beberapa tingkat kepercayaan pada konsumen AS.

Data indeks harga konsumen pada Selasa (14/7/2020), data penjualan retail pada Kamis (16/7/2020), dan data sentimen konsumen pada Jumat (17/7/2020) diharapkan untuk menawarkan wawasan tentang bagaimana pengeluaran warga Amerika.

“Konsumen penggerak ekonomi Amerika akan menjadi sorotan, yang akan dibagikan dengan banyak acara penting seperti pertemuan bank sentral di Kanada dan Eropa. Seberapa jauh jalan menuju pemulihan ekonomi utama dunia telah menempuh perjalanan, akan diperoleh dari data tingkat atas,” kata Analis Senior Pasar  Western Union Business Solutions, Joe Manimbo.

“Pemandangan utama minggu ini ada pada indikator AS pada Kamis (16/7/2020), tentang belanja retail dan klaim pengangguran mingguan.”

Euro menguat 0,42 persen menjadi 1,134 dolar, mempertahankan tren kenaikan sejak akhir bulan lalu. Peristiwa besar untuk mata uang tunggal minggu ini adalah pertemuan puncak Uni Eropa pada 17-18 Juli, di mana para pemimpin perlu menjembatani kesenjangan pada anggaran jangka panjang.

Investor juga akan mengamati apakah kesepakatan tentang dana pemulihan 750 miliar euro yang diusulkan untuk blok tersebut akan tercapai. (Ant)

Lihat juga...