Durian Beku Poso Masuk Pasar Ibu Kota

Ilustrasi durian – Foto DOK CDN

PALU – Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, tahun ini berhasil memasarkan 300 ton daging durian yang telah dibekukan ke pengusaha di Jakarta.

Pengiriman dikemas dalam plastik dengan harga Rp65 ribu per-lima ons. “Program ini baru dilaksanakan tahun ini, ketika saya berusaha menghubungkan petani dengan pembeli di Jakarta, dan akan berlanjut tahun berikutnya,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Suratno, di Poso, Minggu (12/7/2020).

Pemasok durian terbesar berasal dari Kecamatan Pamona Selatan, Kecamatan Pamona Barat, dan sebagian dari Kecamatan Poso Pesisir. Dalam pemasaran tersebut, durian yang telah matang dikupas atau dibelah, dan diambil daging yang bagus lalu dikemas lalu ditimbang dalam bentuk ukuran harga per-lima ons.

Cara penjualan seperti itu sangat membantu para petani durian. Harga tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak, yang hanya melihat dari kerusakan kulit durian. Akibatnya, harga bisa berbeda-beda padahal isinya masih banyak yang bagus, meskipun kulit terlihat luka atau seperti busuk.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Suratno – foto Ant

“Kalau sebelumnya petani menjual per biji atau per gandeng, namun kalau kulit sebagian luka, maka harga akan turun. Nah sekarang harga tidak bisa lagi dipermainkan oleh tengkulak, karena isinya yang masih bagus akan diambil dan ditimbang,” ujarnya.

Suratno mengatakan, untuk memotivasi petani durian beku, Dinas Pertanian Poso telah menyiapkan alat mesin pendingin. Namun, akibat COVID-19, program penyediaan alat pendingin itu masih tertunda. Meskipun belum ada alat pendingin dari Dinas Pertanian Poso, tapi petani telah bersawadaya menyiapkan kulkas besar. Dan Dinas Pertanian Poso telah melobi pengusaha durian beku di Jakarta, yang akan membangun mesin pendingin dengan ukuran besar di Kecamatan Pamona Selatan. Sementara untuk harga durian beku akan dilakukan MoU dengan petani, untuk disepakati harga dasar, agar mencegah permainan harga dari para tengkulak. (Ant)

Lihat juga...