Fajri Lumpuh Tiga Tahun Tanpa Berobat Karena Tak Mampu

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANJARNEGARA — Fajri Setyawan sudah mengalami kelumpuhan selama tiga tahun, tanpa menjalani pengobatan karena kondisi orang tuanya yang tidak mampu. Hingga usia 11 tahun, Fajri hanya terbaring di tempat tidur.

Senyuman muncul dari wajahnya saat beberapa petugas medis dari komunitas peduli lumpuh dan stroke, The Plegia menyambangi rumahnya di Desa Pucung Bedug, Kecamatan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara.

Pendiri The Plegia yang juga Direktur Rumah Sakit Islam Banjarnegara, dr Agus Ujianto mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan awal, Fajri diketahui mengalami gangguan pada tulang belakang dan ia harus menjalani fisioterapi untuk proses penyembuhan.

“Ada gangguan pada tulang belakang yang menyebabkan Fajri tidak bisa melakukan aktivitas, ini membutuhkan penanganan fisioterapi. Selain penanganan medis, Fajri juga butuh dukungan untuk membuatnya semangat, karena ini akan berpengaruh terhadap proses kesembuhannya,” jelasnya, Jumat (10/7/2020).

Dokter Agus meminta agar penanganan dan pendampingan yang dilakukan The Plegia sampai maksimal. Jika proses fisioterapi bisa membuat Fajri sampai mampu duduk sendiri, maka pendampingan harus sampai Fajri bisa duduk dan jika dari kondisi pasien ternyata bisa maksimal sampai berdiri, maka pendampingan harus dilakukan sampai proses berdiri.

Sementara itu, ibu Fajri, Salikem menjelaskan, awalnya Fajri tumbuh normal sebagaimana anak lainnya, ia sehat dan ceria. Saat masih normal, Fajri paling suka main sepeda bersama teman-temannya. Sampai suatu saat Fajri mengalami panas tinggi hingga kejang-kejang dan membuat Fajri lumpuh sampai sekarang.

“Saat awal panas dan kejang, pernah saya bawa berobat ke puskesmas, pernah juga ke pengobatan alternatif, tetapi tidak bisa rutin, karena keterbatasan ekonomi kami, suami saya hanya bekerja sebagai buruh harian,” tuturnya.

Ketua The Plegia, Nugroho Purbohandoyo mengatakan, kasus Fajri ini cukup menyita perhatian komunitasnya. Karena selain masih anak-anak, Fajri pada semua kondisinya normal, sehingga ia meyakini bisa sembuh dengan penanganan yang maksimal.

Relawan dari The Plegia kemudian datang ke rumah Fajri, termasuk dokter dan perawat yang langsung melakukan pemeriksaan. Karena dianggap butuh penangan lebih lanjut, Fajri lalu dibawa ke Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Petugas melakukan rontgen pada tulang belakangnya.

The Plegia merupakan komunitas peduli lumpuh dan stroke di Kabupaten Banjarnegara yang sudah ada sejak tahun 2019. Kegiatannya membantu warga yang menderita lumpuh dan stroke, yang berasal dari masyarakat kurang mampu. Semua dilakukan secara gratis, tidak dipungut biaya apapun.

Lihat juga...