“Gendis” Mampu Tangani 681 Disabilitas Meski Minim Anggaran

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Meskipun minim anggaran, namun program inovasi yang diluncurkan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermades) Kabupaten Banyumas yaitu Gerbang Penyandang Disabilitas Sukses (Gendis) sudah mampu menangani 681 penyandang disabilitas.

Kepala Dinsospermades Kabupaten Banyumas, Kartiman mengatakan, penanganan yang dilakukan terhadap disabilitas beragam, disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Ada yang diberikan pelatihan keterampilan, ada juga yang diberi bantuan alat untuk bisa beraktivitas, seperti kursi roda, kaki atau pun tangan palsu.

“Sejak tahun 2016, total sudah ada 681 kaum disabilitas yang kita tangani. Untuk yang tuna netra, biasanya kita arahkan menjadi tukang pijat dan kita bekali dengan pengetahuan pijat. Sedang untuk tuna daksa, ada yang kita berikan kursi roda dan sebagainya, sesuai dengan kebutuhan mereka. Intinya kita ingin supaya mereka bisa mandiri,” kata Kartiman, Rabu (8/7/2020).

Lebih lanjut Kartiman menjelaskan, sebelumnya banyak sekali penyandang disabilitas yang berada di jalanan, ada yang mengamen dan ada juga yang hanya sekadar meminta-minta. Kemudian Satpol PP Banyumas gencar melakukan razia dan para penyandang disabilitas ini dibawa ke Dinsospermasdes untuk penanganan lebih lanjut.

“Sekarang boleh dicek, di perempatan jalan sudah jarang penyandang disabilitas yang berkeliaran. Mereka rata-rata sudah memiliki aktivitas, ada yang menjadi tukang pijat, ada yang menekuni usaha sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya,” tuturnya.

Program pemberdayaan kaum disabilitas melalui Gendis ini patut diacungi jempol dan berhasil masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional. Mengingat program tersebut dilakukan di tengah keterbatasan anggaran. Setiap tahun, Dinsospermades hanya mendapat alokasi anggaran untuk menanganan disabilitas sekitar Rp100 juta.

“Kita banyak dibantu oleh CSR, baik dari perbankan atau pun instansi lain serta paguyuban-paguyuban masyarakat yang peduli terhadap kaum disabilitas,” kata Kartiman.

Bupati Banyumas, Achmad Husein saat memaparkan inovasi Gendis di hadapan Tim Panel Independen (TPI) Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi secara virtual mengatakan, di Kabupaten Banyumas terdapat sekitar 1.235 penyandang disabilitas yang masih rentan dengan permasalahan sosial.

Sebagian besar mereka kurang mendapat dukungan dari pihak keluarga, sehingga pada akhirnya tidak memiliki kemampuan atau pun keahlian yang bisa dijadikan pegangan hidup.

Melalui program inovasi Gendis, dinas terkait berhasil membangun kemitraan dengan berbagai pihak. Saat ini sudah banyak usaha yang terealisasi, seperti pembangunan panti pijat yang memperkerjakan disabilitas netra, serta berbagai jenis pelatihan usaha.

“Kita akui anggaran yang diberikan oleh APBD sangat sedikit, namun dengan partisipasi banyak kalangan, maka program Gendis bisa dijalankan dengan maksimal, ibaratnya low cost hight impact,” jelasnya.

Lihat juga...