Gubernur Jateng: Tiga Daerah Indikasikan Kewaspadaan Covid-19 Tinggi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Berdasarkan data KawalCovid19, per 1 Juli 2020, tiga kabupaten/kota di Jateng yakni Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Jepara, masuk kategori merah indeks kewaspadaan tinggi covid-19. Sementara, Kabupaten Semarang, Kendal, Batang, Grobogan, Blora, Rembang dan Kota Salatiga, masuk zona merah muda.

“Jadi kalau kita melihat datanya, merahnya di timur (Jawa Timur-red), ini kan mulai pelan-pelan ke barat itu mulai muda. Begitu juga yang di Jawa Barat. Bentuknya sama,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di rumah dinas Puri Gedeh Semarang, Jumat (3/7/2020) petang.

Dipaparkan, dilihat dari peta wilayah, Kabupaten Rembang dan Blora merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur. Keduanya masuk dalam jalur Semarang-Surabaya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro, yang merupakan daerah warna merah dan merah muda.

Sementara Tuban dan Bojonegoro berkorelasi dengan Lamongan, Gresik, dan Kota Surabaya. Gresik dan Kota Surabaya merupakan daerah dengan warna merah tua atau indeks kewaspadaan tinggi yakni level 6.

Senada dengan wilayah Jateng, bagian selatan dan tengah ke arah Barat. Penyebaran covid-19 ditandai dengan warna relatif merah muda ke putih. Begitu juga dengan wilayah Solo Raya.

“Ini membuktikan bahwa setiap daerah itu, memiliki korelasi terkait persebaran covid-19. Terutama daerah yang berkorelasi dengan Semarang dan jalur Semarang-Surabaya. Maka, saya sudah minta kepada bupati walikota, untuk bisa saling menjaga di antara mereka. Jadi ini ada yang musti kita perhatikan,” jelasnya.

Di satu sisi, dengan melihat adanya peta korelasi penyebaran tersebut, pihaknya bisa menganalisis dalam mengambil kebijakan, terkait pencegahan penyebaran covid-19.

“Salah satunya, kita sudah membuat satuan koordinator wilayah (Satkorwil) di enam eks Karesidenan. Di mana enam Korwil tersebut berfungsi untuk percepatan penanganan covid-19 di Jateng,” terang Ganjar lagi.

Masing-masing Satkorwil akan mempercepat update data di real time, dengan menagih daerah yang kurang cepat melaporkan data. Mereka juga bertugas untuk memantau peta penyebaran covid-19, yang masuk di masing-masing eks karesidenan.

“Setiap Korwil nanti bisa menagih dan bisa memantau daerahnya. Berapa rapid test sudah berjalan, berapa PCR tesnya, kalau dilihat dari persentase berapa, sudah memenuhi syarat apa belum, terus kemudian tracing-nya bagaimana, apa ada kekurangan atau tidak,” tandas Ganjar.

Enam satkorwil tersebut di enam Eks keresidenan yakni wilayah Pati, Semarang Raya, Pekalongan, Banyumasan, Kedu dan Solo. Layaknya Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil), Satkorwil tersebut ranah kerjanya melakukan sinkronisasi, koordinasi serta melakukan percepatan penanganan covid-19 di 35 kabupaten/kota di Jateng

Selain mengatasi persoalan-persoalan yang muncul dalam penanganan, Satkorwil itu juga difungsikan untuk penanggulangan dampak sosial, ekonomi maupun kesehatan.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, memaparkan, upaya percepatan penanganan juga dilakukan dengan memperbanyak tes massal.

“Dengan diperbanyaknya tes, maka penanganan akan lebih terukur dan efisien. Terlebih Jateng telah memiliki dua mobil yang bisa melakukan PCR Test secara mobile. Sejauh ini, kita sudah melakukan rapid test lebih dari 120.000 tes, dan untuk PCR tesnya sudah mencapai 55.000 tes. Ini kita tingkatkan terus,” terangnya.

Selain itu pihaknya juga terus mencari kasus-kasus baru, terkait covid-19. Termasuk melakukan pelacakan atau surveilance secara masif, namun sistematis dan terstrukur, kepada kontak erat dari masing-masing kasus positif covid-19.

Tercatat berdasarkan data corona.jatengprov.go.id, per Jumat (3/7/2020) pukul 19. 00 WIB, jumlah kasus positif covid-19 di Jateng mencapai 4.576 orang, dengan 1.926 masih dirawat, 2.266 dinyatakan sembuh dan 384 meninggal dunia. Sementara, pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 9.117 kasus, dengan 1.081 masih dirawat, 6.784 sembuh dan 1.252 meninggal dunia.

Lihat juga...