Gurih Lezat Nasi Kuning Khas Gorontalo di TMII

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Setiap daerah di Indonesia memiliki olahan nasi kuning dengan keunikan  masing-masing. Salah satunya, Provinsi Gorontalo. Nasi kuning khas masyarakat Gorontalo menjadi hidangan yang sangat difavoritkan.Nasi Kuning Gorontalo, begitu orang mengenalnya. Warnanya kuning terang, semerbak gurih aromanya menguggah selera.

Masyarakat yang tinggal di Jabodetabek saat berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, bisa menikmati Nasi Kuning Gorontalo di Anjungan Gorontalo, yang terletak di area Anjungan Terpadu.

“Nasi Kuning Gorontalo ini menu favorit masyarakat Gorontalo, cita rasa gurih dan lezat,” ujar Teti Kiyai, pedagang masakan khas Gorontalo di anjungan tersebut, saat ditemui Minggu (26/7/2020).

Sajian Nasi Kuning Gorontalo ditaburi laksa (bihun), kentang goreng iris panjang kecil-kecil, ikan cangkalang fufu yang disuwir-suwir, bawang goreng dan sambal.

“Yang membedakan Nasi Kuning Gorontalo dengan nasi kuning daerah lainnya, adalah topping-nya, ada laksa, ikan cangkalang suwir, dan kentang goreng,” ujarnya.

Teti Kiyai, pedagang masakan khas Gorontalo di Anjungan Gorontalo TMII di area Anjungan Terpadu, Jakarta, Minggu (26/7/2020). -Foto: Sri Sugiarti

Namun kata dia, topping-nya bisa juga ditambah dengan daging semur, sambal goreng daging, dan telur yang kesemuanya dimasak khas Gorontalo.

Sebagai orang Gorontalo, Teti mengaku terpanggil untuk melestarikan masakan khas daerahnya dengan berdagang di Anjungan Gorontalo TMII, setiap akhir pekan.

Menurutnya, Gorontalo sangat kaya dengan khazanah budaya, termasuk  makanan khasnya harus diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia.

“Saya dagang di anjungan ini ingin mengenalkan masakan khas Gorontalo. Sehingga diharapkan kalau sudah kenal atau tahu, pengunjung TMII jadi menyukai masakan khas kami ini,” imbuhnya.

Meskipun baru dua pekan hadir di Anjungan Gorontalo, tapi diakui Teti sudah ada beberapa pengunjung yang membeli Nasi Kuning Gorontalo. Mereka tidak hanya warga Gorontalo, tapi juga dari daerah lain yang saat berkunjung ke anjungan ini kemudian membeli.

Bahkan, karyawan anjungan lainnya yang bertugas di Anjungan Terpadu TMII juga banyak yang membeli. Ada juga karyawan manajemen TMII.

“Alhamdulillah, Nasi Kuning Gorontalo ini disukai, dan mereka bilang rasanya gurih dan lezat dengan taburan variasi lauknya. Semoga ke depan banyak pengunjung dan orang anjungan yang menikmatinya,” ujarnya.

Menurutnya, cukup merogoh uang Rp25 ribu, pengunjung TMII sudah bisa menikmati Nasi Kuning Gorontalo, lengkap dengan isinya.

Ada pun cara memasak Nasi Kuning Gorontalo, ini menurutnya sangat mudah karena menggunakan bahan dan bumbu yang sangat sederhana. Yaitu, beras, santan kelapa, kunyit, sereh, daun salam, bumbu rempah dan garam secukupnya.

Kelapa yang sudah diparut diperas untuk diambil santannya. Setelah beras dicuci, lalu siapkan kunyit yang telah diparut dan diremas guna diambil airnya untuk pewarna nasi menjadi kuning.

Kemudian masukkan beras, santan kelapa dan air kunyit ke dalam wajan. Tak lupa juga daun sereh (serai) dan salam. Aduk hingga menjadi nasi setengah matang dan airnya kering.

Setelah didiamkan beberapa menit, pindahkan nasi setengah matang  ke dandang, lalu masak hingga matang. Usahakan nasi kuning itu terus diaduk saat dimasak di dandang agar matangnya merata.

Setelah nasi kuning matang, sajikan dalam piring dengan taburan aneka ragam lauknya.

“Karena ini jualan, disajikan di styrofoam kotak lengkap dengan isinya yang kesemuanya dimasak khas Gorontalo. Tapi, nanti akan disajikan di piring rotan dengan alas kertas nasi,” ujarnya.

Menurutnya, Nasi Kuning Gorontalo merupakan makanan harian masyarakat Gorontalo untuk sarapan pagi. Selain itu, menu ini biasa digunakan untuk acara ulang tahun, dan syukuran tahlilan.

Kini dengan hadirnya di Anjungan Gorontalo, menurutnya, pengunjung bisa mencicipi nasi kuning dengan taburan lauk yang cita rasanya sangat lezat, khas Gorontalo.

Bahkan, kata dia, sambalnya pun berbeda karena semua bahannya yaitu, cabai, bawang merah, bawang putih, dan lengkuas, ditumbuk halus.

“Bahan sambalnya ditumbuk halus juga lengkuasnya. Inilah yang membuat sambalnya lebih enak menyerap. Karena kalau sambal itu biasanya lengkuasnya cuma digebrek,” tukasnya.

Teti berharap, makanan khas Gorontalo lebih dikenal lagi oleh  masyarakat Indonesia.

Andralina, salah satu karyawan TMII mengaku meskipun baru pertama kali makan Nasi Kuning Gorontalo, tapi rasanya sangat gurih dan enak dengan taburan suwiran ikan cangkalang.

“Rasanya enak banget, beda dengan nasi kuning lainnya,” ujar Andralina.

Begitu juga dengan Afdal, mengaku menikmati nasi kuning ini. “Saya ini orang Sumatra, dan tidak suka dengan nasi kuning. Tapi setelah cicipin Nasi Kuning Gorontalo, kok ya rasanya enak banget ini, bisa ketagihan saya,” ujarnya.

Lihat juga...