Gurihnya Nugget Berbahan Pisang, Camilan Alternatif dan Menyehatkan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Potensi buah pisang yang melimpah kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kreasi camilan. Diolah dalam kondisi mentah sebagai keripik, dikonsumsi segar dalam kondisi matang bahkan juga bisa dikreasikan menjadi nugget.

Yohana, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) ini menyebutkan, jajanan kekinian dari pisang kerap diolah dalam sejumlah variasi salah satunya nugget.

“Proses pengolahan yang baik dengan memakai minyak berkualitas membuat camilan nugget pisang bisa jadi kuliner yang tepat untuk anak anak dibandingkan harus membeli jajanan di luar,” terang Yohana saat ditemui Cendana News, Sabtu (4/7/2020)

Bahan yang disiapkan meliputi pisang kepok, telur, susu kental manis, gula pasir, garam, margarin. Bahan kulit untuk nugget disiapkan tepung terigu, tepung roti atau dikenal dengan tepung panir dan air. Pisang yang telah dikupas selanjutnya dihaluskan dengan terigu, telur, susu, gula pasir, garam.

Yohana, mengolah pisang menjadi nugget sebagai camilan untuk sajian bagi keluarga, Sabtu (4/7/2020). Foto: Henk Widi

Semua bahan yang dihaluskan dan dituang pada cetakan yang telah diolesi margarin. Selanjutnya dikukus pada wadah khusus hingga matang. Setelah matang proses selanjutnya disimpan dalam kulkas. Adonan yang telah dingin dipotong dadu.

“Siapkan tepung terigu atau tepung pisang yang telah diberi air, potongan adonan dicampurkan dan dicelupkan ke tepung panir saat akan digoreng,” bebernya.

Penggunaan minyak goreng yang telah panas akan mempercepat proses pengeringan. Sebab adonan pisang dan bahan lain sudah dalam kondisi matang. Tanda telah matang saat tepung panir sudah berwarna kuning keemasan dan siap diangkat.

Jevin, keponakan Yohana menyebutkan, ia kerap menambahkan taburan keju,susu dan mesis. Penggunaan topping pada nugget pisang memberinya tambahan rasa yang menggugah selera.

“Kreasi topping bisa ditambahkan sendiri dengan susu, keju agar rasa bertambah nikmat,” tutur Jevin.

Kebutuhan pisang untuk olahan kuliner juga memberikan keuntungan kepada pedagang buah. Suyatin, salah satu pedagang menyebutkan, pembeli dominan pedagang kuliner gorengan dan pembuat olahan nugget. Kreativitas berbahan pisang membuat pisang yang dijualnya laris.

Suyatin mengaku menjual buah pisang persisir mulai harga Rp10.000 hingga Rp15.000. Pisang sebagai bahan kuliner menurutnya jadi pilihan untuk dikonsumsi dalam kondisi segar atau jadi olahan kuliner. Nilai gizi yang tinggi pada pisang menjadikan buah tersebut jadi pilihan tepat untuk alternatif camilan.

Lihat juga...