Hingga Hari Ini, Positif Covid-19 di Indonesia Capai 60.695 Kasus

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan adanya penambahan kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sampai hari Jumat 3 Juni 2020 pukul 12.00 WIB tercatat ada kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 1.301 kasus. Sehingga jumlah keseluruhan positif Covid-19 sampai hari ini mencapai 60.695 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Selain itu sebut Yuri, kasus pasien sembuh dari hari ke hari terus bertambah, di mana hari ini ada penambahan yang cukup signifikan, yakni 901 orang. Sehingga jumlah keseluruhan pasien sembuh positif Covid-19 sampai saat ini sebanyak 27.568 orang.

“Sementara untuk pasien yang meninggal hari ini tercatat ada penambahan sebanyak 49 orang, sehingga jumlah total pasien positif Covid-19 yang meninggal mencapai 3.036 orang,” sebut Yuri.

Sebelumnya, pada Kamis (2/7/2020) jumlah kasus pasien positif Covid-19 bertambah 1.624 orang sehingga totalnya menjadi 59.394 kasus, sedangkan jumlah pasien yang sembuh bertambah 1.072 orang, sehingga totalnya menjadi 26.667 orang. Di sisi lain, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal bertambah 53 orang, menjadi 2.987 orang.

Yuri menyebutkan, kalau dilihat kasus ini sebarannya, peningkatan tertinggi hari ini masih tetap ada di Jawa Timur. Dan sebutnya, jumlah spesimen yang diperiksa hari ini mencapai 22.281 spesimen. Realisasi itu turun jika dibandingkan hari sebelumnya, Kamis (2/7/2020) yaitu 23.519 spesimen per hari.

“Selain realisasi itu juga melampaui target yang ditetapkan pemerintah yaitu 20.000 spesimen per hari. Dan tentunya kita berharap jumlah spesimen yang diperiksa setiap harinya semakin banyak,” ujarnya.

Hasil positif itu didapat dari uji spesimen melalui metode usap dahak real time Polymerase chain reaction (PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM). Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memastikan tes PCR maupun TCM per 28 Juni sudah meningkat, di kisaran 18-20 ribu per hari.

“Hingga saat jumlah total spesimen yang sudah diperiksa mencapai 871.436 orang. Dan dengan pemeriksaan secara masif, kita berharap target akan tercapai,” ungkapnya.

Presiden Jokowi memang menargetkan Indonesia bisa melakukan 20 ribu tes, bahkan hingga 30 ribu tes per hari. Tes masif dan pelacakan agresif diperlukan untuk mendeteksi dini orang-orang yang memiliki virus corona di dalam tubuhnya namun masih berkeliaran di luar rumah.

Sayangnya, angka rata-rata 18 ribu-20 ribu tes per hari itu tak sebanding dengan jumlah orang yang diperiksa, bahkan kerap hanya mencapai setengahnya (9 ribu-10 ribu orang).

Lebih jauh Yuri mengatakan, berdasarkan laporan harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, penambahan kasus positif Covid-19 tertinggi disumbang oleh Jawa Timur yaitu sebanyak 353 kasus, kemudian Sulawesi Selatan 180 kasus, DKI Jakarta 140 kasus, Jawa Tengah 134 kasus baru, dan Kalimantan Selatan 110 kasus baru positif Covid-19.

“Penambahan kasus baru ini didapatkan dari hasil tracing yang agresif dari setiap kasus yang menjalani perawatan dan pemeriksaan secara masif. Dan hingga saat ini, seluruh provinsi telah terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19, sedangkan jumlah kabupaten/kota yang terdampak totalnya mencapai 453 kabupaten/kota,” ungkapnya.

Lihat juga...