Idul Adha Selalu Mengingatkan Titiek Soeharto kepada Ibundanya

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto hadir bersama ratusan jemaah pada salat Idul Adha 1441 Hijriyah di Masjid Agung At-Thin, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2020) pagi.

Dengan mengenakan mukena warna putih, putri Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto ini duduk beserta jemaah di shaf depan khusus wanita dengan tetap menjaga jarak mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

Titiek Soeharto terlihat khusyu mengikuti rangkaian ibadah Idul Adha dengan balutan doa-doa. Lantunan doa itu juga dipersembahkan para jemaah untuk almarhum Pak Harto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto.

“Idul Adha, selalu mengingatkan saya pada almarhumah ibu. Pada pagi, berita mengejutkan untuk seluruh rakyat Indonesia atas kepergian Ibu Tien Soeharto, Idul Adha selalu mengingatkan itu,” ujar Titiek Soeharto kepada Cendana News ditemui usai salat Idul Adha di Masjid Agung At-Thin, Jakarta, Jumat (31/7/2020) pagi.

Seperti diketahui, Ibu Negara Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto meninggal dunia pada 28 April 1996, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1416 Hijriyah.

Bagi Titiek Soeharto, Idul Adha mengingatkan untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat dan rezeki, hingga kita sebagai hamba-Nya telah diberikan umur panjang.

Terpenting lagi, yakni kata Titiek Soeharto, adalah semangat kita untuk berkurban membantu sesama yang tidak mampu.

“Idul Adha bagi saya setiap tahun kita diingatkan untuk senantiasa ingat pada Allah SWT, kita bisa berkurban bantu sesama dan bersyukur atas nikmat keberkahan yang kita diterima,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Titiek Soeharto mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat Indonesia, utamanya umat muslim.

“Selamat Idul Adha 1441 Hijriyah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah yang kita lakukan selalu mendapat berkah dari Allah swt. Aamiin,” ucapnya.

Salat Idul Adha di Masjid Agung At-Thin, Ustaz Syahrial Ali Basri bertindak sebagai imam, dan Ustaz Mustaqh Firin sebagai khotib.

Penerapan salat Idul Adha dilakukan berbeda dari situasi normal. Pengelola masjid membatasi jemaah melalui penyekatan shaf masing-masing jamaah agak berjauhan. Selain itu, jemaah yang datang wajib mencuci tangan dan diperiksa suhu tubuhnya menjelang masuk ke dalam masjid. Juga diwajibkan menggenakan masker.

Semua itu diterapkan dalam upaya menjalankan kebijakan pemerintah terkait dengan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Lihat juga...