Jabar Imbau Anak dan Lansia Tak Ikut Shalat Idul Adha

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Barnas Adjidin, Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Setda Provinsi, saat ditemu Sabtu (11/7/2020). Foto: Muhammad Amin

BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menyambut Idul Adha 1441 H/2010, telah mengeluarkan surat edaran menyangkut protokol kesehatan Covid-19 dengan mengimbau lansia dan anak untuk tidak ikut shalat Idul Adha.

“Kita mengeluarkan imbauan lanjut usia (lansia) dan anak-anak untuk tidak melaksanakan salat Idul Adha berjamaah karena rawan terinfeksi COVID-19,”ungkap Barnas Adjidin, Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Setda Provinsi, Sabtu (11/7/2020).

Pelaksanaan Idul Adha tahun ini tetap sesuai dengan syariat Islam tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan yang harus dipenuhi meliputi, pintu masuk tempat salat harus terpusat, pengecekan suhu tubuh, jamaah harus memakai masker.

Hal lainnya sebelum masuk ke tempat salat, jamaah wajib mencuci tangan dengan sabun ataupun menggunakan hand sanitizer. Barnas merekomendasikan kotak amal disimpan di satu titik dan tidak mendatangi jamaah.

Selanjutnya jamaah harus membawa perlengkapan sajadah dari rumah dan harus jaga jarak minimal 1 meter. Begitu pun protokol kesehatan yang ketat pun harus diterapkan saat proses penyembelihan hewan korban.

Penyembelih harus memakai masker dan sarung tangan, baik saat menyembelih maupun merecah daging hewan kurban. Tidak boleh ada kerumunan saat prosesi penyembelihan.

Barnas meminta hanya orang yang berkurban yang diperbolehkan melihat proses penyembelihan hewan kurban.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Jafar Ismail mengatakan, pihaknya intens mengawasi hewan kurban di tempat penjualan hewan. Pertama, DKPP Jabar sudah melaksanakan vaksinasi antraks dan menyiapkan sekitar 27.000 vaksin antraks.

“Pengawasan jalur masuk hewan dari luar provinsi di daerah Cirebon, Banjar, dan Kabupaten Bogor. Kami memperketat kedatangan asal hewan kurban dari luar provinsi Jabar,” ucapnya.

DKPP Jabar akan melakukan pemeriksaan hewan kurban menjelang Idul Adha. Selain itu, kata Jafar, pihaknya memberikan informasi kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) soal tata cara penyembelihan hewan di tengah pandemi.

“Untuk hewan kurban yang layak untuk dikurbankan nanti akan diberikan kalung telah lulus dari pemeriksaan,” ucapnya.

DKPP Jabar menurunkan 735 petugas dan 40 dokter hewan untuk melaksanakan pengawasan hewan kurban. Kemudian, DKPP Jabar akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota. Jafar menegaskan, hewan kurban harus mempunyai kriteria ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

Sementara Pemkot Bekasi telah mengeluarkan edaran terkait penyelenggaraan shalat Idul Adha tahun 1441H/2020 M dibolehkan untuk dilakukan di lapangan, masjid atau ruangan dengan syarat menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan.

Lihat juga...