Jelang Dibuka, Pasar Jatingaleh Kembali Disemprot Disinfektan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Jelang dibukanya kembali Pasar Jatingaleh, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang kembali melakukan penyemprotan cairan disinfektan, Jumat (10/7/2020). Sebelumnya, pasar tradisional terbesar di wilayah Kecamatan Banyumanik Semarang tersebut, ditutup sejak Rabu (8/7/2020) lalu.

“Selama tiga hari penutupan, kita lakukan penyemprotan dengan disinfektan di sekitar Pasar Jatingaleh. Dengan proses sterilisasi ini, diharapkan kawasan pasar terbebas dari covid-19,” papar perwakilan tim BPBD Kota Semarang, Ian, di sela kegiatan.

Dijelaskan, dalam melakukan penyemprotan, petugas tetap sesuai dengan protokol kesehatan, dan menggunakan baju pelindung diri agar tetap aman.

“Penyemprotan kita lakukan di semua area, baik di dalam maupun di luar pasar. Termasuk di lapak-lapak pedagang juga kita semprot disinfektan semuanya,” jelasnya.

Sementara, Kasi Pengawasan Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Much Rois Bachrodi memaparkan, pihaknya melakukan penutupan Pasar Jatingaleh setelah dalam rapid test ditemukan pedagang yang reaktif.

Kasi Pengawasan Perdagangan Disdag Kota Semarang, Much Rois Bachrodi, berharap kasus penularan covid-19 di pasar menjadi pembelajaran bagi pedagang dan pembeli, sehingga tertib menerapkan protokol kesehatan, saat ditemui di Semarang, Jumat (10/7/2020). Foto: Arixc Ardana

“Dari dua kali rapid test, tes pertama yang diikuti oleh 23 orang pedagang ditemukan 10 sampel yang reaktif. Kemudian tes kedua diikuti 22 orang pedagang, ditemukan 5 yang reaktif. Kemudian diputuskan untuk ditutup sementara, mulai 8-10 Juli 2020,” terangnya.

Direncanakan, pada Sabtu (11/7/2020) besok, Pasar Jatingaleh akan dibuka kembali untuk umum.

“Kasus penularan yang terjadi di beberapa pasar tradisional, harus menjadi pembelajaran bagi pedagang dan pembeli bahwa penularan masih terjadi. Karena ini sudah terjadi berkali-kali, yang dirugikan juga para pedagang dan pembeli. Untuk itu kami berharap protokol kesehatan bisa dipatuhi secara disiplin,” terangnya.

Pihaknya pun terus memperketat penerapan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional di Semarang. “Kita beberapa waktu lalu juga sudah meluncurkan program Pasar Sehat, dalam upaya pencegaha covid-19. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pemutus mata rantai kasus covid-19, khususnya di pasar tradisional,” tandasnya.

Pasar Jatingaleh Semarang menjadi pasar tradisional ke sepuluh, yang ditutup sementara terkait penyebaran covid-19. Sebelumnya, pasar tradisional lain di Kota Semarang, yang pernah mengalami persoalan  sama, diantaranya Pasar Wonodri, Pasar Karangayu, Pasar Mangkang, Pasar Gayamsari, Pasar Rejomulyo, Pasar Prembaen, Pasar Rasamala, Pasar Karimata dan Pasar Meteseh.

Lihat juga...