Kampung Homestay Damandiri Samiran Batasi Tamu Menginap

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOYOLALI – Setelah sempat tutup selama hampir 3 bulan lebih akibat pandemi Covid-19, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran mulai membuka kembali Kampung Homestay Damandiri yang terletak di Desa Cerdas Mandiri Lestari Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, sejak awal Juli, ini.

Meski begitu, pembatasan tamu/pengunjung diterapkan pihak pengelola untuk meminimalisir terjadinya penularan maupun penyebaran Covid-19.

Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, mengaku hanya menerima tamu/pengunjung dari wilayah sekitar saja, seperti dari Boyolali, Klaten, Magelang, dan sebagainya.

Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, saat dijumpai Cendana News, belum lama ini. Foto: Dok CDN

“Meski sudah buka, namun untuk sementara ini tamu yang menginap kita batasi. Hanya untuk wisatawan lokal saja. Itu pun dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sementara untuk wisatawan dari luar daerah kita belum terima,” ujar Bayu, Selasa (28/7/2020).

Dari sebanyak 23 homestay, Bayu menyebut saat ini belum seluruhnya menerima tamu untuk menginap. Hal itu karena terkait kesiapan masing-masing pemilik homestay dalam menerapkan protokol kesehatan di masa new normal. Meski begitu, diketahui sejumlah homestay  telah menerima beberapa tamu, walau belum seramai biasanya.

“Ada beberapa homestay yang belum buka. Karena memang pemiliknya belum siap. Kita selaku pengelola memang juga tidak memaksakan. Tergantung kesiapan masing-masing pemilik homestay saja,” jelasnya.

Untuk bisa menginap di Kampung Homestay Damandiri, setiap tamu/wisatawan harus mengikuti standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan koperasi selaku pihak pengelola. Begitu tiba mereka harus melakukan pengecekan suhu tubuh serta menuliskan data diri di buku tamu secara lengkap.

Tak hanya itu, setiap tamu juga wajib selalu memakai masker selama beraktivitas di lokasi. Sementara tamu yang suhunya di atas 27,5 derajat Celcius tidak diperkenankan menginap dan diarahkan untuk memeriksakan diri ke puskesmas atau pun rumah sakit terdekat.

“Sebelum ke homestay, semua tamu wisatawan wajib menuju ke Warung Damandiri terlebih dahulu. Di sana mereka akan dicek suhu tubuhnya dan diminta menuliskan data diri di buku tamu. Setelah lolos pemeriksaan mereka baru boleh ke homestay dengan tetap menggunakan masker,” bebernya.

Karena masih dalam tahap uji coba, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran mengaku, belum melakukan promosi homestay secara online sebagaimana sebelumnya. Penerimaan tamu homestay hanya dilakukan secara manual bagi yang datang ke lokasi saja.

“Untuk promosi melalui media sosial ataupun layanan pemesanan tiket secara online belum kita lakukan. Karena biasanya tamu berasal dari jauh seperti Bandung, Jakarta, dan sebagainya. Sementara ini kita hanya menerima tamu dari wilayah lokal saja,” jelasnya.

Lihat juga...