Kasus Sembuh Meningkat, Kota Denpasar Kini Berstatus Orange

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Kota Denpasar resmi dinyatakan sebagai Zona Orange penyebaran kasus Covid-19. Hal ini disebabkan oleh persentase kesembuhan pasien di Denpasar terus bertambah.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, mengatakan, perubahan warna zona ini seperti dirilis dari Peta Penanganan Covid-19 GTPP Pusat yang sesuai dengan kriteria BNPB. Berdasarkan data per hari Senin (27/7/2020) kemarin, perkembangan kasus sembuh pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai 972 orang atau setara dengan 77,64 persen.

“Indeks penularan harian juga cenderung menurun, dan kasus sembuh juga terus meningkat, Rt Denpasar saat ini ada pada kisaran 1,06 dengan jumlah tes yang terus digencarkan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (28/7/2020).

Dari angka di atas Dewa Rai menjelaskan bahwa artinya seorang yang positif Covid-19 hanya menularkan virus positif pada satu orang. Bahkan, ada seorang positif Covid-19 yang tidak menularkan virusnya kepada orang lain.

Kondisi tersebut berbanding terbalik saat zona merah. Indeks penularan lebih tinggi. Seorang positif Covid-19 bisa menularkan virus kepada satu hingga lebih dari dua orang.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan, indikator zona orange juga didasari angka kematian pasien dan data menyebutkan, jumlah kematian warga positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 14 orang, atau 1,17 persen dari jumlah warga yang terpapar Covid-19, sedangkan pasien yang dirawat tercatat sekitar 27,36 persen.

Meski sudah zona orange, masyarakat tidak boleh lengah tetapi justru harus tetap waspada. Sehingga kondisi saat ini bisa perlahan membaik, masyarakat dapat kembali produktif, walaupun dengan adaptasi kebiasaan baru.

“GTPP covid-19 Kota Denpasar tetap mengimbau masyarakat dan kita semua bahwa protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat. Penularan bisa melonjak lagi jika protokol kesehatan tidak dilaksanakan dengan baik. Akibatnya, wilayah akan berubah zona merah kembali. Masyarakat akan sulit beraktivitas bebas. Sebab, ada pembatasan lagi,” tandasnya.

Lihat juga...