Kaum Wanita Miliki Peran Penting Kurangi Angka Stunting

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Intervensi penurunan angka gizi buruk atau stunting pada balita dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur. Samsu Rizal, Kepala unit pelaksana tekhnis Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) menyebutkan, kaum wanita miliki peran dalam hal tersebut dengan penyiapan bahan pangan bergizi.

Keberadaan kelompok wanita tani (KWT) menjadi bagian dari kegiatan Posyandu dalam penyiapan sayuran hijau dan tanaman obat keluarga. Penyiapan tanaman obat keluarga (Toga) telah didukung oleh kader Posyandu untuk kebutuhan menjaga stamina tubuh anggota keluarga. Sejumlah tanaman herbal penjaga stamina di antaranya jahe, kencur, kunyit dan rempah lain bisa menjadi obat alternatif.

“Kader Posyandu mendapat pelatihan dari pelaksana program gizi, promosi kesehatan Puskesmas agar memanfaatkan pekarangan untuk tanaman obat keluarga dan sayuran organik,” terang Samsu Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (10/7/2020).

Peran KWT menurutnya ikut menekan angka stunting dengan penyiapan gizi dari pekarangan. Sebagian warga yang kreatif memanfaatkan pekarangan bisa melibatkan suami membuat kolam terpal, ember untuk budidaya ikan lele dan nila. Budidaya ikan air tawar dikombinasikan dengan tanaman kangkung yang bisa menjadi sumber sayuran hijau bergizi.

Sejak 2017 angka stunting balita di Desa Kemukus yang menjadi locus stunting mencapai 55 balita. Namun dengan intervensi kaum wanita dan kader Posyandu angka stunting bisa ditekan hingga tinggal 22 orang. Sementara di desa lain yang tidak memiliki data angka stunting dianjurkan melakukan upaya peningkatan gizi keluarga.

“Program upaya peningkatan gizi keluarga sangat didukung oleh anggota KWT seperti di Desa Taman Sari yang aktif hingga kini,” paparnya.

Tri Wasini, anggota KWT Mawar di Desa Taman Sari menyebut menanam berbagai jenis sayuran dan toga. Wanita yang memiliki anak balita tersebut kerap melakukan kreasi olahan dari hasil tanaman di pekarangan.

“Kebutuhan sayuran dan obat tradisional bisa saya peroleh tanpa harus membeli,” terang Tri Wasini.

Selain itu sejumlah sayuran segar berguna untuk mendapatkan gizi yang maksimal. Bagi tetangga yang memiliki anak balita jenis tanaman daun katuk, kelor, bawang daun bisa menjadi sayuran yang menyehatkan.

“Sayuran sehat dan bergizi tentunya bisa diperoleh dengan cara menanam sendiri tanpa harus membeli,” paparnya.

Sutarjo, kepala desa Taman Sari menyebut KWT Mawar dibentuk dengan anggota sebanyak 50 orang. Anggota menjadi percontohan bagi kaum wanita lain di desanya. Penyiapan sayuran bergizi dan tanaman obat berguna untuk menyiapkan bahan pangan yang sehat. Meski di desanya tidak ada balita yang alami stunting diperlukan asupan gizi bagi kaum ibu hamil, menyusui.

“Jika wanita hamil, menyusui asupan gizinya bagus maka balita juga akan memiliki tingkat kesehatan yang baik,” paparnya.

Lihat juga...