Kemarau, Debit Air Waduk Sempor Turun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

KEBUMEN – Memasuki musim kemarau debit air Waduk Sempor yang terletak di Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen mengalami penurunan hingga 2,08 meter. Meskipun begitu, waduk ini masih mampu mengeluarkan air hingga 3 meter kubik per detik untuk keperluan irigasi sawah-sawah di wilayah sekitarnya.

Kepala Sub Unit Pengelola Teknis (UPT) Waduk Sempor, Dermaji mengatakan, saat ini penurunan debit air karena hujan sudah jarang terjadi, mengingat pada bulan Juli ini, wilayah Jawa Tengah sudah masuk musim kemarau.

Kepala Sub Unit Pengelola Teknis (UPT) Waduk Sempor Kebumen, Dermaji ditemui di kantornya, Rabu (15/7/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Penurunan debit air Waduk Sempor sekarang 2,08 meter atau elevansi 69,92 dari elevansi normal 72.000 dan penurunan elevansi karena hujan sudah jarang terjadi, karena memang sudah masuk musim kemarau,” terangnya, Rabu (15/7/2020).

Terkait pengeluaran air dari Waduk Sempor, Dermaji menjelaskan, pihaknya mendapat surat permohonan dari Balai Pengelola Sumber Daya Air Progo Bogowonto Luk Ulo tentang pengeluaran air dari Waduk Sempor.

Dalam surat tersebut disebutkan, bahwa berdasarkan usulan luasan tanam dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kebumen, perhitungan kebutuhan air untuk daerah irigasi selama tanggal 6 – 20 Juli 2020 untuk masa tanam II sebesar 3,50 meter kubik per detik.

Kebutuhan air mendesak selama 15 hari untuk menyelamatkan area padi petani yang ditanam bulan April-Mei 2020. Yaitu seluas 4.000 hektare.

“Sehingga selama 15 hari ini, kita mengeluarkan air waduk dengan kebutuhan air dan suplesi air dari Saluran Induk Sempor Timur dan Saluran Induk Sempor Barat,” katanya.

Total area sawah irigasi di sekitar Waduk Sempor sebenarnya seluas 6.478 hektare, namun yang membutuhkan air mendesak hanya seluas 4.000 hektare.

Saat ini, sebagian besar petani di wilayah Kebumen sudah mulai mengalami kesulitan air untuk kebutuhan tanaman padi. Selain tidak ada lagi hujan, air dari saluran irigasi juga sangat terbatas.

Ketua Kelompok Tani Margo Raharjo di Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Karanganyar, Mukiyono, mengatakan, banyak petani yang terancam gagal panen, karena minimnya pasokan air. Karena area sawah banyak yang sudah mulai mengering dan retak-retak.

“Beberapa petani ada yang mulai menyewa pompa air secara berkelompok dan digunakan secara bergantian,” katanya.

Mukiyono membenarkan jika Waduk Sempor mengeluarkan air sebanyak 3,5 meter kubik untuk irigasi selama 15 hari. Namun, dalam pelaksanaannya dilakukan pembagian berdasarkan saluran irigasi. Sehingga pasokan air dari Waduk Sempor dibagi merata dan bergantian antarlahan petani.

Lihat juga...