Kiat Koperasi Sahabat Damandiri Samiran Hadapi Pandemi Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Munculnya pandemi Covid-19 sejak beberapa bulan terakhir diakui menjadi tantangan berat bagi Koperasi khususnya Koperasi Simpan Pinjam untuk dapat mengelola aset keuangan masing-masing.

Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, (Dok CDN)

Tersendatnya dunia usaha, secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada kelancaran arus kas koperasi simpan pinjam yang bertumpu pada pasokan setiap anggota.

Hal tersebut diakui Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran yang merupakan Koperasi binaan Yayasan Damandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari Samiran Selo Boyolali Jawa Tengah.

Melalui unit usaha simpan pinjam Modal Kita atau juga biasa disebut Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja), Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran rutin menyalurkan pinjaman modal usaha bagi sekitar 700 lebih anggota.

“Akibat pandemi Covid-19 ini pemasukan yang bersumber dari anggota nasabah koperasi menjadi terganggu. Banyak usaha anggota koperasi tidak jalan sehingga mereka kesulitan mengangsur cicilan bulanan,” ujar Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, Kamis (30/07/2020).

Pihak Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran sendiri memang membuat kebijakan dengan memberikan keringanan bagi setiap anggota yang terdampak Covid-19. Yakni dengan mengundurkan pembayaran cicilan bulanan dengan jangka waktu 3-6 bulan bagi anggota nasabah.

“Mereka kita perbolehkan mengangsur cicilan bulanan dengan cara diundur. Jadi setiap bulan mereka hanya perlu membayar biaya administrasi atau bunganya saja. Sementara cicilan pinjaman pokok bisa dibayarkan di masa mendatang,” ujar Bayu.

Dalam menghadapi penurunan pemasukan Koperasi yang bersumber dari pasokan rutin anggota nasabah tersebut, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran pun memiliki kiat-kiat tersendiri. Antara lain dengan mulai menggerakkan unit usaha lain seperti Warung Cafe, Homestay maupun Objek Wisata Taman Bunga Merapi Garden.

“Karena pemasukan dari unit simpan pinjam Tabur Puja menurun, maka kita mencoba maksimal dari unit lain. Homestay dan Warung sudah mulai buka beberapa minggu lalu, sementara taman bunga Agustus ini akan mulai buka kembali,” katanya.

Dengan beroperasinya sejumlah unit usaha tersebut, Koperasi diharapkan bisa mendapatkan pemasukan dari sektor lain. Selain itu sumber pemasukan koperasi juga tidak tergantung dari salah satu unit usaha atau simpan pinjam saja.

Lihat juga...