Kiprah KSU Derami dalam Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Sumbar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) turut merasakan bagaimana menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi rakyat, khususnya bagi daerah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Bertepatan pada peringatan Hari Koperasi ke-73 yang jatuh pada tanggal 12 Juli 2020, seakan menyimpan sebuah kenangan bagi KSU Derami Padang. Koperasi yang berdiri tahun 2015 ini, merupakan koperasi yang bekerjasama dengan Yayasan Damandiri.

Berkat adanya kepedulian Yayasan Damandiri terhadap KSU Derami Padang, dalam bentuk program pinjaman modal usaha kepada rakyat kecil, KSU Derami merasakan betul bahwa koperasi itu adalah sebuah lembaga yang memiliki banyak manfaat. Kondisi itu terlihat nyata jika dilihat langsung bagaimana kondisi masyarakat saat ini.

“KSU Derami Padang ada, karena adanya Yayasan Damandiri juga. Masyarakat yang memiliki ekonomi, juga berkat diberikan modal usaha. Saya merasakan betul bahwa koperasi adalah sebuah tempat rakyat bersandar,” kata Ketua KSU Derami Padang, Gusti Ayu Ratniati, Kamis (16/7/2020).

Saat ini ada tiga ribu lebih masyarakat yang telah memanfaatkan pinjaman modal usaha ke KSU Derami melalui program Modal Kita. Artinya, koperasi memang menjadi sandaran bagi masyarakat, terutama yang ingin mengembangkan usaha yang masih tergolong mikro.

Bila dibandingkan dengan perbankan, maka masyarakat yang masih memiliki usaha mikro, akan kesulitan untuk mendapatkan pinjaman modal usaha. Dari segi persyaratan saja, masyarakat akan kesulitan untuk memenuhinya.

“Saya memahami kalau koperasi itu mirip sebuah bank dengan konsep termurah dan termudah untuk dijangkau,” ujar Ayu.

Keberadaan KSU Derami Padang yang kini hampir menyasar ke seluruh kecamatan di Kota Padang pun, secara tidak langsung dapat memotivasi bagi keluarga prasejahtera, untuk mengembangkan usaha. Intinya itu dari koperasi dapat modal dengan mudah, dan dapat memahami ekonomi masyarakat.

Hal ini dikarenakan konsep dari koperasi itu adalah dari kita untuk kita, dan bukan untuk orang lain.

“Koperasi itu menguntungkan dan keuntungan itu dinikmati kita bersama. Nah kalau di bank mana ada seperti itu. Kenapa demikian, karena koperasi itu memiliki azas gotong royong,” jelasnya.

Untuk itu Ayu menyatakan bahwa koperasi adalah tempat yang tepat guna membangun perekonomian rakyat kecil. Pernyataan itu terlontarkan olehnya, karena koperasi telah dikenalnya sejak dari ia masih sekolah dulu.

Bahkan bila dibandingkan dengan koperasi zaman dulu, memang dulu koperasi sangat bagus, karena dapat perhatian serius dari pemerintah, tepatnya di zaman Presiden RI kedua, yakni Soeharto. Perekonomian rakyat dulu  benar-benar terbantu dengan adanya koperasi, yang mana dikenal dengan Koperasi Unit Desa (KUD).

“Kalau sekarang tetap ada perhatian. Cuma belum bisa dibandingkan dengan perhatian yang besar di masa dulu. Saya beruntung dari Yayasan Damandiri juga masih mengikuti jejak langkah Pak Soeharto, saya bersama pengurus lainnya dapat membantu masyarakat,” tutupnya.

Lihat juga...