Kisah Jembatan Pelangi Engkong Siroj di Perbatasan Bekasi-Bogor

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Jembatan Pelangi Engkong Siroj menjadi destinasi swafoto, dengan keteduhan alam di perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Terletak di Kampung Bojongsari, Jatisari, Jatiasih, Jembatan Pelangi Engkong Siroj menjelma sebagai destinasi alam baru di perbatasan Bekasi. Suguhan panorama alam dan keteduhan angin memberi nuansa tersendiri.

“Sekarang setiap Sabtu-Minggu selalu ramai di kunjungi, teruatama saat sore sampai malam. Kalau muda nongkrong ngopi, dan menikmati panorama alam di sekitar lokasi jembatan pelangi Siroj,” ungkap Bahruddin Siroj, putra dari Enkong Siroj, kepada Cendana News, Minggu (26/7/2020).

Dikatakan, jembatan Siroj juga menjadi jalur jogging pagi dan jalur sepeda dari Jatisari menuju Ciangsana, Bogor. Sejak pukul 05.00 WIB, mulai ramai dilalui warga untuk berolah raga.

Bahruddin Siroj, pengurus atau pengelola jembatan Pelangi Engkong Siroj, Minggu (26/7/2020). –Foto: Henk Widi

Jembatan Pelangi Kong Siroj memiliki sejarah tersendiri, sebagai jembatan penghubung antara Bojongsari dan Ciangsana yang dilalui oleh Kali Cikeas. Awalnya, jembatan tersebut adalah bambu yang dibuat oleh Engkong Siroj, yang memiliki perkebunan di tepi Kali Cikeas bagian Kota Bekasi.

Jembatan Gantung Pelangi Sirojul tersebut dibangun pada 1990-an, dulu hanya Jembatan Bambu yang kemudian berubah nama lagi menjadi Jembatan Gantung Baja.

“Awalnya, bambu, karena sering dibawa banjir, akhir pemerintahan dibuat baja. Dan, kami coba percantik dengan warna-warni menyerupai pelangi,” ujar Bahruddin.

Saat ini, sekitar jembatan sudah ada tempat ngopi, jajan, toilet dan mushala. Jika ingin ngopi atau minum jahe menikmati suasana alam bisa mencoba datang ke jembatan pelangi Engkong Siroj.

Keluarga dari Engkong Sirojuddin, Bin Noang, tokoh masyarakat sekaligus pendiri Pondok Pesantren Sirojul Munir—yang menetap di dekat Jembatan Bambu, terus melakukan pembenahan untuk mengubah  jembatan yang terkesan mengerikan tersebut.

Muncullah ide memberi warna pelangi pada  jembatan dengan cat warna-warni. Ide tersebut terlintas, juga karena tepat di atas jembatan sering terlihat pelangi setelah hujan datang.

“Itulah awal mula adanya nama Jembatan Pelangi Engkong Siroj,” papar Bahruddin, yang berharap bisa memberi dampak positif bagi destinasi wisata baru di Kota Bekasi.

Jembatan yang dahulu tidak diminati, kini telah berubah menjadi spot potensial dijadikan objek wisata. Nama Siroj yang dipilih untuk menjadi nama jembatan tersebut, juga tidak lepas dari nama jalan menuju lokasi jembatan pelangi sendiri, yakni jalan Sirojul Munir sekaligus dekat pesantren Sirojul Munir.

Bahruddin mengakui, bahwa Jembatan Pelangi Engkong Siroj terbilang baru selesai direnovasi di tengah masa Pandemi Covid-19. Tapi, sekarang ramai dikunjungi wisatawan karena keunikannya, di perbatasan antarkota dan kabupaten ini.

Lihat juga...