KKP Petakan Pengelolaan Jenis Ikan Terancam Punah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai memantapkan peta jalan (roadmap) pengelolaan jenis ikan dilindungi dan terancam punah untuk 5 tahun ke depan melalui upaya konservasi.

“Roadmap akan menjadi panduan KKP dan penggiat konservasi dalam memfokuskan prioritas upaya konservasi biota perairan dilindungi dan terancam punah agar lebih terarah,” ungkap Aryo Hanggono, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), Rabu (15/7/2020).

Dikatakan bahwa secara khusus akan fokus pada tiga aspek penting, meliputi perumusan permasalahan jenis ikan terancam punah, menentukan 20 jenis biota perairan yang perlu diprioritaskan konservasinya, dan ketiga adalah menentukan strategi pengelolaan.

Menurutnya pemanfaatan sumber daya ikan secara berlebihan tanpa kendali dapat meningkatkan resiko kepunahan bagi sejumlah spesies laut. Pemerintah akan terus berupaya mencegah kepunahan dan menjaga kelestarian sumber daya ikan.

Untuk itu KKP telah memasukkan perlindungan ekosistem perairan dan spesies terancam punah ke dalam Agenda Ke-enam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2022 – 2024 untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-14 Life Below Water.

Keterlibatan semua pihak baik pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, penggiat lingkungan, swasta, peneliti, dan akademisi dalam mengawal implementasi Peta Jalan Konservasi Jenis Ikan Terancam Punah tahun 2020-2024, guna menemukan sasaran yang telah ditargetkan dapat dicapai.

“Upaya konservasi ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Tapi membutuhkan dukungan, komitmen dan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Keterlibatan dari semua pihak berdampak besar bagi upaya kita dalam mewujudkan konservasi sumber daya ikan yang efektif,” pungkasnya.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) Andi Rusandi menyampaikan pada akhir tahun 2019 pihaknya bersama Pusat Penelitian Biologi (P2B) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Kelompok Kerja Perlindungan Biota Perairan Terancam Punah Prioritas, melakukan kajian terhadap status biota perairan yang terancam punah untuk prioritas perlindungan.

“Berdasarkan kajian yang dilakukan, LIPI merekomendasikan sebanyak 308 spesies dari 7 taksa: pisces, coral, mimi/xiphosura, crustacea, reptile-amfibi, teripang dan molusca, sebagai spesies biota perairan prioritas perlindungan,” ujar Andi.

Lebih lanjut Andi mengungkapkan, mempertimbangkan kebutuhan pengelolaan (tidak mutlak pada level genus), skala prioritas, isu yang paling krusial, termasuk indikator dan capaian, maka KKP menetapkan 20 jenis ikan prioritas yang akan dikelola selama 5 tahun ke depan.

“20 spesies yang akan menjadi target prioritas KKP adalah Hiu Apendiks CITES, Pari Apendiks CITES, Hiu paus, Pari Perlidungan penuh (manta, pari gergaji, pari air tawar), Penyu, Karang hias, Napoleon, Sidat, Duyung, Cetacea (paus dan lumba-lumba), Teripang, Hiu berjalan, Kima dan Lol, Banggai cardinalfish (BCF), Arwana, Biota endemik danau purba, Kuda laut, Bambu laut dan Akar bahar, Terubuk, dan Belida,” tandasnya.

Lihat juga...