Klaster Baru di Banyumas, 50 Warga Kontak Dekat Jalani ‘Swab’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Setelah satu minggu tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas, tiba-tiba muncul dua kasus positif dari klaster baru. Dua warga yang terkonfirmasi positif tersebut dari Desa Randegan Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

“Dua kasus ini merupakan klaster baru. mereka bukan berasal dari lima klaster yang kemarin sudah kita tuntaskan dan tinggal satu klaster yang masih menunggu swab,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein, Kamis (2/7/2020).

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, dua orang ini hendak berangkat keluar kota, karena mendapat panggilan kerja. Sehingga untuk melengkapi administrasi, keduanya melakukan test swab dan ternyata hasilnya positif.

Dari dua orang tersebut, hanya satu yang merupakan penduduk Kabupaten Banyumas, sehingga dalam pendataan hanya satu yang dimasukkan dalam penambahan kasus Covid-19 di Banyumas. Namun, keduanya saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengatakan, menindaklanjuti temuan dua kasus baru tersebut, pihaknya langsung melakukan tracking. Dan hari ini ada 50 orang kontak dekat dengan kedua pasien terkonfirmasi positif yang dilakukan pemeriksaan swab.

“Sudah ada 50 orang kontak dekat yang kita lakukan pemeriksaan dan langsung dilakukan test swab. Petugas bergerak secepat mungkin, untuk meminimalisir penyerabaran di wilayah Desa Randegan dan sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Randegan Kecamatan Wangon, Sarman, mengatakan, pihaknya meminta maaf kepada seluruh warga Desa Randegan atas ketidakmampuannya dalam menjaga desa dari penularan Covid-19. Hal tersebut karena keterbatasan tenaga di desa.

“Saya betul-betul memohon maaf atas munculnya dua kasus positif Covid-19 di Desa Randegan ini. Kita sudah sering mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker saat keluar rumah, rajn cuci tangan dan jaga jarak. Namun, kita juga tidak mungkin untuk menjaga atau mengawasi seluruh warga desa dalam penerapan protokol kesehatan secara terus-menerus,” tuturnya.

Menurut Sarman dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tinggal di rumah yang berbeda dan bukan satu keluarga. Yang satu tinggal di RW 05 dan yang satunya di RW 11. Namun yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Banyumas hanya satu orang.

Dengan penambahan kasus positif Covid-19 ini, maka saat ini tercatat kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyuma total ada 78 orang dan yang masih menjalani perawatan ada 8 orang, 66 orang sembuh dan 4 orang meninggal dunia.

Lihat juga...