Klaster OTG Dominasi Penyebaran Covid-19 di Banjarnegara

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANJARNEGARA – Kabupaten Banjarnegara mengalami penambahan kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan, setelah dilakukannya test swab massal. Penambahan kasus positif Covid-19 tersebut, menunjukkan adanya klaster tersendiri yang didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG).

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, mengatakan, dalam dua hari terakhir ada penambahan 11 kasus positif Covid-19 dan semuanya merupakan OTG. 11 kasus baru tersebut berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kesehatan.

“Ada penambahan 11 kasus baru dan semua merupakan OTG, mereka tidak menunjukkan gejala sakit, tetapi saat dilakukan test swab ternyata positif. Hal ini tentu sebuah keprihatinan bagi kita, karena itu test swab akan terus dilakukan baik di perkantoran maupun di pasar-pasar,” katanya, Selasa (7/7/2020).

Dari data Pemkab Banjarnegara, usia pasien yang terpapar Covid-19 rata-rata antara 40 tahun hingga 50 tahun. Mereka masih aktif sebagai ASN maupun tenaga kesehatan di beberapa puskesmas di wilayah Banjarnegara.

Terkait tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, bupati mengatakan puskesmas tempat yang bersangkutan bekerja ditutup selama satu hari untuk dilakukan pembersihan dan penyemprotan.

“Semuanya sudah dikarantina dan dilakukan penanganan sesuai dengan protap penanganan Covid-19, untuk puskesmas hanya ditutup satu hari untuk dilakukan penyemprotan,” jelasnya.

Sementara itu, sebagai upaya pencegahan lebih lanjut, Bupati mengatakan akan menggencarkan test swab. Sejauh ini sudah dilakukan test swab terhadap 200 orang, termasuk kalangan ASN dan tenaga kesehatan. Pihaknya masih mempunyai stok untuk test swab sebanyak 800.

“Kita lakukan test swab dalam sehari bisa sampai 100-200 orang, ini upaya jemput bola, supaya orang yang tanpa gejala cepat terdeteksi dan segera dikarantina, sehingga memutus rantai penyebaran,” terang Bupati.

Terkait lokasi penambahan kasus baru Covid-19 ini, menurut Bupati, sebagian besar berada di wilayah perkotaan. Dengan adanya penambahan 11 kasus baru ini, maka total kasus Covid-19 di Kabupaten Banjarnegara ada 54 orang, dengan perincian 12 orang masih menjalani perawatan, 41 orang sudah dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Salah satu warga Kabupaten Banjarnegara, Rizki mengatakan, banyaknya kasus baru di Banjarnegara karena selama ini pemkab dinilai kurang gencar melakukan operasi masker.

“Selama ini penggunaan masker sifatnya hanya imbauan saja, tidak ada razia apalagi hukuman bagi yang melanggar, tidak seperti kabupaten tetangga yang gencar melakukan operasi masker. Terlebih memasuki era new normal, banyak orang menjadi lebih tidak peduli lagi akan anjuran penggunaan masker,” tuturnya.

Lihat juga...