Kunci Pengolahan Sampah pada Pemilahan

Editor: Makmun Hidayat

PURBALINGGA — Bank Sampah Bestari yang berada di Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu bank sampah yang berhasil dan banyak mendapat kepercayaan masyarakat. Hal tersebut karena bank sampah ini melakukan pemilahan sampah secara maksimal, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal pula.

“Kunci dari pengolahan sampah adalah dalam aktivitas pemilahan, jika pemilahan dilakukan dengan maksimal, maka akan diperoleh hasil yang maksimal pula,” kata pengelola Bank Sampah Bestari, Yulianto Timur Priyangga, Rabu (8/7/2020).

Pemilahan sampah yang maksimal, lanjutnya, akan menghasilkan residu yang minimal. Sehingga pemanfaatan sampah menjadi lebih banyak dibanding residu yang dihasilkan. Bank Sampah Bestari ini, selain mengolah sampah an-orgarnik menjadi berbagai macam barang, juga mengolah sampah organik menjadi kompos.

Pengelola Bank Sampah Bestari, Yulianto Timur Priyangga di Purbalingga, Rabu (8/7/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, konsep bank sampah merupakan salah satu penerapan reduce  atau mengurangi, reuse atau menggunakan kembali dan recycle  atau mendaur ulang. Proses pengolahan sampah melalui tiga hal tersebut akan menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi. Sehingga bank sampah bisa membayar sampah yang disetor masyarakat dengan lebih layak.

“Kita melakukan pembayaran sampah dari masyarakat sudah melalui rekening di perbankan, sehingga pembayaran langsung masuk ke rekening masyarakat yang menjadi anggota Bank Sampah Bestari,” tuturnya.

Pembayaran melalui rekening ini, membuat masyarakat yang menjadi anggota Bank Sampah Bestari terus meluas. Sebab, mereka dimudahkan dan tidak harus bertemu langsung dengan petugas pemungut sampah untuk mendapatkan pembayaran.

“Sistem pembayaran melalui rekening ini ternyata cukup berpengaruh terhadap peningkatan jumlah pelanggan yang memilih menyetorkan sampah melalui kita. Karena jika dibayarkan tunai per setoran, jumlahnya mungkin tidak terlalu banyak, namun jika diakumulasi selama satu minggu dan kemudian pembayaran ditransfer, masyarakat cukup merasakan manfaatnya,” terangnya.

Setelah menjaring pelanggan cukup banyak, secara perlahan Bank Sampah Bestari memberikan edukasi tentang pemilahan sampah yang benar. Dengan memilah sampah sesuai dengan panduan dari bank sampah, maka masyarakat akan mendapatkan harga yang lebih tinggi. Hal ini juga menguntungkan pihak pengelola sampah, karena terbantu dalam hal pemilahan sampah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga, Priyo Satmoko mengatakan, kehadiran bank sampah sangat membantu mengurangi sampah yang terbuang. Saat ini tercatat ada puluhan bank sampah di Kabupaten Purbalingga.

“Nilai ekonomis dari pengolahan sampah, membuat banyak bermunculan bank sampah dan hal ini sangat positif untuk pengelolaan sampah,” pungkasnya.

Lihat juga...