Kurangi Sampah Plastik, UPGRIS Gunakan Besek Beralas Daun

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Bertujuan mengurangi sampah plastik, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggunakan besek beralas daun jati sebagai pengganti kantong plastik, dalam pembagian daging hewan kurban.

“Tahun ini, kita kembali tidak menggunakan plastik sebagai wadah daging kurban. Namun digantikan dengan besek beralas daun jati. Selain untuk mengurangi sampah plastik, kita juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, tentang kesadaran dalam menjaga lingkungan,” papar Rektor UPGRIS, Dr Muhdi, di sela penyembelihan hewan kurban di kampus 4, jalan Gajah Raya Semarang, Jumat (31/7/2020).

Terlepas sudah ada imbauan dari wali kota Semarang dan gubernur Jateng , tentang pelarangan kantong plastik, dalam pembagian daging kurban, pihaknya mengaku pengurangan penggunaan plastik di lingkungan kampus, memang sudah dilakukan sejak awal.

“Salah satu contohnya, kita juga menerapkan penggunaan bahan daur ulang, atau yang bisa dipakai kembali. Misalnya penggunaan tampah  dari bambu untuk wadah makanan, yang bisa dipakai ulang,” tandasnya

Rektor UPGRIS Dr Muhdi, saat ditemui di kampus 4 jalan Gajah Raya Semarang, Jumat (31/7/2020). -Foto Arixc Ardana

Di satu sisi, meski secara hitungan ekonomi, penggunaan besek berlapis daun jati tersebut, lebih mahal dibanding kantong plastik, namun pihaknya tidak keberatan.

“Dengan menggunakan besek, kita juga ikut menggairahkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Terutama para pengrajin besek,” tandasnya.

Sementara, ketua panitia kurban UPGRIS, Nur Aksin memaparkan, pada pembagian daging hewan kurban tahun ini, pihaknya menggunakan 1.115 besek beralas daun jati.

“Ini menjadi upaya kita untuk mengurangi sampah plastik, dan menggerakkan perekonomian rakyat. Untuk besek, kita pesan langsung ke pengrajin di daerah Tlogosari Kota Semarang,” terangnya.

Nantinya daging kurban tersebut akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Nur juga menjelaskan, dalam masa pandemi Covid-19, pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Termasuk dalam proses penyembelihan, pencacahan hingga pendistribusian daging kurban.

“Seluruh petugas jagal diwajibkan mengenakan masker dan face shield, termasuk juga para mahasiswa yang membantu dalam pencacahan daging dan pembungkusan,” terangnya.

Sedangkan untuk pembagian, pihaknya langsung mendistribusikan ke penerima sehingga tidak menimbulkan kerumunan. “Sedangkan untuk hewan kurban. Tahun ini kita menyembelih 5 ekor sapi dan 3 ekor kambing,” pungkasnya.

Lihat juga...