Kurban ‘Online’ Baznas Berdayakan Peternak di Desa

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui program ‘Kurban Online Baznas’ pada Idul Adha tahun ini berkomitmen untuk melanjutkan semangat memberdayakan peternak di desa. 

Direktur Utama BAZNAS, M Arifin Purwakanta mengatakan, komitmen ini merupakan wujud kepedulian Baznas demi membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi yang merata di desa.

Pemberdayaan ini dilakukan dengan melakukan proses pembelian, penggemukan, penyembelihan hewan kurban yang berasal dari peternak di desa.

“Pendistribusian daging kurban juga dilakukan di desa, agar peternak semakin berdaya secara ekonomi,” ujar Arifin, berdasarkan rilis yang diterima Cendana News, Rabu (8/7/2020) siang.

Sementara itu, tambah dia,  mustahik maupun penerima manfaat lainnya dapat terpenuhi kebutuhan gizinya melalui daging kurban.

‘Kurban Online Baznas’ disalurkan ke 58 titik yang berada di 24 Provinsi, yakni di 51 Kabupaten atau Kota yang tersebar di Indonesia. “Dengan target 3.500 ekor hewan kurban yang akan diberikan kepada 70.000 KK (Kartu Keluarga) penerima manfaat,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya merancang program ‘Kurban Online Baznas’ dengan protokol Covid-19 tanpa kerumunan massa, lebih aman dan sehat, memberdayakan peternak di desa serta dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kurban dipotong di lokasi yang jauh dari kita, insyaallah tidak berkurang syiarnya, dan lebih memberdayakan baik peternak maupun penerima daging kurban,” ungkap Arifin.

Dia mengatakan, sasaran wilayah penerima manfaat kurban, yakni wilayah miskin, tertinggal, dan pedalaman yang belum pernah atau jarang sekali menikmati pembagian daging kurban.

Baznas juga menyasar panti jompo, panti asuhan, masjid, pesantren dan majelis taklim di daerah terpencil yang kesulitan mendapatkan bantuan hewan dari para pekurban.

Melalui program ‘Kurban Online Baznas’, Arifin berharap masyarakat dapat berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan penduduk desa.

Ketua Panitia ‘Kurban Online Baznas’, Shady Arpenta menambahkan, dalam pelaksanaannya, Kurban Online Baznas juga menerapkan Cash for Work (WFW).

Program tersebut untuk membantu secara ekonomi pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini mulai dari awal sampai akhir kegiatan pelaksanaan kurban.

Peserta dari program WFH adalah peternak, marbot masjid, ustaz, pedagang keliling, tukang ojek, buruh tani, buruh pabrik yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan masyarakat miskin yang terdampak ekonominya akibat pandemi Covid-19.

Dalam kesiapan untuk menjalankan ‘Kurban Online Baznas’, pihaknya telah menyediakan berbagai platform online yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Salah satunya yang paling mudah dengan mengunjungi situs baznas.go.id/kurbanonline.

Lihat juga...