Langgar Aturan PKM, Disbudpar Semarang Ancam Tutup Tempat Hiburan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Di tengah pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, mendapati satu tempat hiburan berupa tempat karaoke, yang melanggar aturan.

“Sesuai aturan yang berlaku, setiap obyek wisata atau tempat hiburan, yang akan beroperasi kembali harus mendapatkan rekomendasi dari kita. Namun, sayangnya, dari sekian tempat yang sudah kita berikan izin untuk dibuka kembali, ada satu rumah atau tempat karaoke yang melanggar jam operasional PKM,” papar Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari di Semarang, Jumat (10/7/2020).

Disebutkan, tempat karaoke tersebut diketahui beroperasi hingga pukul 01.00 WIB, dari batas maksimal pukul 22.00 WIB. Tidak hanya itu, tempat tersebut juga menyediakan pemandu karaoke, hingga pelonggaraan dalam penerapan protokol kesehatan.

“Sesuai aturan, tempat karaoke boleh buka, asal tidak menyediakan pemandu karaoke. Jadi, ini ada tiga hal yang dilanggar sekaligus,” lanjutnya.

Mendapati persoalan tersebut, pihaknya sudah memberikan teguran secara lisan kepada pengelola karaoke tersebut. “Sesuai tahapannya, kita berikan teguran lisan, jika tetap melanggar kita beri teguran tertulis, hingga jika tetap membandel, tempat hiburan yang melanggar tersebut akan kami cabut izinnya dan ditutup,” tegas Indriyasari.

Pihaknya pun berharap ada peran serta dari masyarakat untuk ikut mengawasi, jika ada tempat hiburan atau obyek wisata, yang melanggar aturan terkait PKM hingga penerapan protokol kesehatan.

“Alasan dibukanya tempat hiburan dan obyek wisata ini, salah satunya agar masyarakat bisa berekreasi, tidak stres, sehingga dengan badan sehat dan pikiran yang gembira, imun tubuh meningkat. Untuk itu, kami harapkan agar seluruh obyek wisata dan tempat hiburan yang sudah beroperasi kembali, untuk memperhatikan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Pihaknya menandaskan, agar jangan sampai terjadi klaster penularan covid-19 di sektor pariwisata atau hiburan.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Semarang,  Fajar Purwoto, memaparkan, terkait pelangaran  dalam aturan PKM Kota Semarang, pihaknya akan lebih memperketat pengawasan. Termasuk menerjunkan tim, untuk mengawasai tempat hiburan dan obyek wisata.

“Sesuai kebijakan terbaru, PKM Kota Semarang masih diterapkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Aturan ini membatasi seluruh kegiatan masyarakat, khususnya terkait jam operasional usaha yang dibatasi hingga pukul 22.00 WIB. Selain itu juga kewajiban dalam penerapan protokol kesehatan,” tandasnya.

Sejauh ini, pihaknya bersama instansi terkait lainnya, terus melakukan operasi keliling, dalam pengawasan penerapan PKM tersebut.  “Kita harapkan, masyarakat, termasuk para pelaku usaha, untuk mematuhi aturan yang berlaku, sebab ini untuk kebaikan bersama,” pungkasnya.

Lihat juga...