Lezatnya Kue Rambut, Oleh-oleh Khas Larantuka

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Sejak jaman dahulu Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkeal akan makanan khasnya, baik sayur Rumpu Rampe, Ikan Sembe serta Bolo Kekera atau Kue Rambut yang selalu dihidangkan juga kepada para tamu spesial yang datang.

Salah seorang warga Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur, Benedikta B.C.da Silva yang biasa membuat Bolo Kekera atau Kue Rambut saat ditemui di rumahnya, Sabtu (4/7/2020). Foto : Ebed de Rosary

Kue rambut atau Bolo Kekera dalam bahasa Nagi, bahasa keseharian warga Kota Larantuka, mudah dijumpai dijual di emperan toko, serta para pedagang di pasar Inpres di Kota Larantuka dan sudah dikemas dalam mika.

“Bolo Kekera dijual dengan harga Rp10 ribu yang dikemas di dalam mika berukuran kecil yang berisi 6 sampai 8 buah,” sebut Farida, salah seorang penjual Bolo Kekera dan Jagung Titi di lapak depan Pasar Inpres Larantuka, Flores Timur, NTT, Sabtu (4/7/2020).

Bila mika yang lebih besar yang berisi 10 sampai 12 buah Bolo Kekera kata Farida, biasanya dijual dengan harga Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per mikanya.

Kue ini sebutnya ditaruh di dalam mika dan ditutup rapat agar tidak terkena angin dan menjadi lembek yang membuat rasanya menjadi tidak enak dan gurih.

Dirinya mengatakan, hampir setiap pedagang sudah menjual Kue Rambut atau Bolo Kekera yang ditaruh di dalam mika termasuk juga Jagung Titi dan Ikan Sembe yang biasa dijadikan oleh-oleh.

“Kalau masyarakat dari luar Flores Timur biasanya membelinya untuk dijadikan oleh-oleh. Begitu juga warga Flotim kalau ke luar daerah selalu membawanya untuk dijadikan oleh-oleh,” ungkapnya.

Farida mengaku dalam sehari bisa menjual Bolo Kekera sebanyak Rp50 ribu hingga Rp100 ribu namun sejak adanya Covid-19 membuat penjualan pun menurun drastis sama sekali.

Dalam sehari kata dia, paling hanya terjual Rp20 ribu dan paling banyak Rp50 ribu sehingga dia pun mulai mengurangi jumlah Kue Rambut yang dijualnya agar tidak mengalami kerugian.

“Saya kurangi jumlah Kue Rambut yang dijual sebab takutnya tidak laku. Biasanya kalau menjelang liburan sekolah dan hari raya Paskah penjualan meningkat drastis hingga 300 persen,” ujarnya.

Salah seorang warga kota Larantuka Benedikta B.C.da Silva mengaku, untuk membuat Bolo Kekera bahan-bahannya sangat gampang ditemui dan dibeli di pasar tradisional.

Noben sapaannya menyebutkan, siapkan beras sesuai kebutuhan dan rendam di air hingga semalaman.Ambil beras tersebut jelasnya, lalu tumbuk di lesung hingga halus lalu ditaruh di Nyiru atau wadah dari anyaman bambu belah.

“Jemur tepung beras tersebut di sinar matahari hingga kering lalu diayak dan siap dipergunakan. Siapkan santan kelapa dari buah kelapa yang sudah tua agar rasa kuenya lebih enak dan gurih,” ucapnya.

Siapkan juga gula aren pinta Noben, lalu haluskan setelah itu ambil santan kelapa dan masukan gula aren dan tepung beras lalu diaduk adonan tersebut hingga merata.

Ambil kaleng susu bekas lanjutnya, lalu lubangkan bagian bawahnya dengan paku untuk digunakan meniriskan adonan cair. Cuci bersih kaleng tersebut sebelum digunakan

“Kalau dulu biasanya digunakan batok kelapa yang bagian bawahnya dilubangkan untuk meniriskan adonan. Setelah minyak di wajan mendidih, tiriskan adonan berbentuk bulat lalu dilipat menggunakan sendok goreng,” ungkapnya.

Setelah itu sebut Noben, angkat adonan yang telah matang tersebut lalu tiriskan minyaknya hingga benar-benar kering baru dimasukan ke dalam mika atau wadah untuk disimpan.

Biasanya kata dia, dulunya Bolo Kekera atau Kue Rambut disimpan di dalam kaleng bekas biskuit dan ditutup rapat agar tidak melempem atau menjadi lembek kuenya.

“Sampai sekarang pun Bolo Kekera atau Kue Rambut selalu menjadi oleh-oleh khas dari Larantuka dan sudah terkenal selain Ikan Sembe,” pungkasnya.

Lihat juga...